Saya menulis 20 menit sebelum kamu datang. 23.40 adalah waktu yang tertera di latop. Di menit 41 kalimat ke tiga saya mulai. Terima kasih kamu telah datang hari ini. Saya sangat senang dan besyukur akhirnya kita dipertemukan setelah saya nanti. Saya sudah becerita dengan kamu apa yang akan saya lakukan setelah kamu datang. Setidaknya, pemberitahuan itu menjadi persiapan untuk kit memantapkan diri. Saya benar-benar tidak dapat mengira apa yang terjadi pada waktu berikutnya. Saya hanya dapat berencana, dan Allah yang menentukan. Apakah saya akan lanjut pada hubungan berikutnya atau atetap berada di kamu. Bersama kamu saya mengimpikan dapat menyelesaikan pendidikan saya, setidaknya Juni tahun depan. Sebelum kamu berganti. Karenanya, saya mohon dengan sangat, berbaik lah dengan saya, jauhkan hal-hal yang dapat membuat keinginan kita tertunda. Kekhawatiran saya, selama ini semoga saja tidak terjadi sebelum saya menyelesaikan target itu. Menuju kamu malam ini, s...