Namanya siapa? Andi? Dia mengulang namanya. Sendi. Aku mulai mengira-ngira bagaimana ejaanya. Candi, Cendi. Sendi, Sandi. Atau Sandy, Candy? Saat dia ada di halaman sekolah, aku mengamatinya. Wajahnya putih, agak kurusan, tapi pipinya agak gembul. Hanya wajahnya memanjang jadi tidak terlalu terlihat gembulnya. jelasnya, kulit dan rambutnyayang agak tipis namun kecokelatan itu mengingatkan aku pada Fatar. Bang Fatar. Keponakanku, yang sekarang berada di kelas 2 SD. Aku mengamati si kecil ini sebelum mengetahui namanya. Ia duduk di antara tiang parkir sepeda. Aku meliriknya sambil tersenyum. Si kecil mulai memejamkan mata, sesekali. Lalu berkali, kali. Lagi, Fatar juga melakukan serupa. Beberapa kali aku mencuri pandang padanya, kulihat wajahnya tampak pucat. Lalu, tampak ia berusaha untuk menahan air matanya. Beberapa kali ia menggosok masanya dengan lengan. Lalu mata itu memerah. Sejak merasakan dia pucat, aku sudah memeriksa kocek. Apakah aku membawa sedikit uang. Aku ingi...