elaki penyayang ibu. begitulah saya menamai kamu. kamu yang saya temui setiap hampir setiap pagi. kamu yang selalu saya lihat bersama dia yang saya tebak adalah ibumu. di waktu yang hampir tiap pagi itu, kamu membawanya menyusuri jalan yang rutenya, rute yang sama saya lewati. saya dan kamu tidak pernah beriringan. selalu ber-pas-pasan. kamu hilir, saya hulu. lelaki penyayang ibu, begitulah pangg ilan saya pada kamu. kamu yang selalu membawa ibumu. menemaninya belanja, untuk membeli telur, sayur, atau mungkin bubur. kamu yang setiap pagi sudah bersama ibumu menyaksikan kesibukan orang yang hilir-mudik melewati jalan, jalan yang membuat saya bisa bertemu dengan kamu. lelaki penyayang ibu. lelaki yang tidak pernah saya lihat wajahnya senyum melebar ketika membawa ibu. lelaki yang tidak pernah terlihat muram, karena terlalu pagi membawa ibu. di waktu sekitar pukul tujuh. tetapi saya yakin, senyummu tidak penting apalagi murammu ketika membawa ibu. saya yakin pagi sekita...