Langsung ke konten utama

Awal Mula Cacar

Hari itu badan terass panas. Bukan demam. Tapi, seperti pantulan panas di badan. Kalau disentuh rasanya panas tapi tidak pusing.

Cuaca juga mendukung.

Namun, karena sudah biasa dengan kondisi badan seperti ini, santai saja menyelupkan tangan dan kaki di dalam ember. Adem. Seperti Aksara main air.


Selepas magrib. Malah memilih mandi. Dalam kondisi mandi, baru teringat biasanya jika suhu badan terasa panas akan menjadi gigil.

Dan pikiran itu bersamaan dengan merambatnya hawa dingin. Gigil.

Tak berpikir panjang. Keringkan badan. Masuk kamar. Lalu mengambil selimut sebanyak-banyaknya.

Biasanya, merasakan gigil seperti ini saat subuh. Kadang tiba-tiba. Jika sudah begini, satu selimut tak cukup. Maka malam itu dihabiskan dengan berselimut dan tidur.

Besoknya, rasa panas masih menjelma. Biasanya kalau panas begini akan hujan dalam waktu dekat. Dan, jika panas begini nanti, akan berubah dengan kondisi kaki dan tangan yang keringat. Ya seperti menguap dari rasa panas tadi.

Emak mengingatkan untuk memeriksakan diri dengan kondisi yang saya anggap biasanya ini.

Lalu, besoknya ads secuil bintil merah di pinggang. Seperti lepuhan terkena api. Dikira bisul, tapi rupanya bintil ini semakin siang muncul.

Konsul dengan sentua-sentua itu dianggap Cacar. Karena tanggal sudah masuk cuti bersama rasanya tak ada layanan kesehatan kecuali rumah sakit. Lagi pula, di rumah Aba  Aksara sedang sakit, sibuk mendekat lebaran, akan semakin runyam jika Aksars ditinggalkan.

Akhirnya ke Apotek dan mencari obat untuk cacar sekaligus salapnya.


Perkembangan hari ke tiga, Si Ratu bintil belum pecah, ukuranya lebih besar dari yang lain. Tapi sudah mulai berubah warna menuju hitam.

Semoga besok mengering, lusa bersih-bersih.

Rindu Aksara.

😍

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Riwayat Hidup: Farninda Aditya

  DAFTAR RIWAYAT HIDUP DATA PRIBADI Nama Lengkap                            : Farninda Aditya NIP                                                                  : 199008242019032012 Jabatan                                                  : Penata Muda Tk.I, (III/b) Asisten Ahli Jabatan Tambahan                             : Sekretaris Prodi PIAUD FTIK IAIN Pontianak Dosen Pengampu                              : Mata Kuliah Bahasa Indonesia                                           Tempat/tanggal lahir                   : Mempawah, 24 Agustus 1990 Jenis kelamin                               : Perempuan Agama                                         : Islam Ruang                                                     : 210, Lantai II,  Gedung Prof. KH Saifuddin Zuhri GOOGLE SCHOOLAR             :   https://bit.ly/3lqX6US Silakan unduh dan sitasi pada       : MODERATION OF LANGUAGE IN A DIFFERENT FAMILY ENVIRONMENT (Language Moderation in The Multi-Ethnic Family Circumstances) | IC

Pertemuan 1: Magang 1

    Assalamualaikum, ww.   Halo kawan-kawan mahasiswa. Selamat telah sampai pada level ini. Selamat sudah masuk sampai perkuliahan Magang 1. Selamat juga berhasil menyelesaikan ritme perkuliahan melalui Daring selama ini. Kalian semua hebat.   Pada perkuliahan Magang1, saya Farninda Aditya dimanahkan untuk mengampu mata kuliah ini. Bagi yang sudah pernah bertemu dengan saya pada mata kuliah sebelumnya, Bahasa Indonesia terutama, tentu sudah paham bagaimana gaya pembelajaran saya.    Menulis adalah yang Utama. Disiplin adalah Aturan. Komunikasi adalah Penyelamat.  Sebelum membahas tentang Apa itu Mata Kuliah Magang?, perkenankan saya menjelaskan cara belajar kita.   Pertama,  Media . Media utama yang digunakan adalah WhatsAap, e-Leraning, Google Meet, Youtube, Instagram, dan Blog.   Media berkomunikasi adalah WhatsAap dan pembelajaran adalah e-Learning. Jadi, segala informasi akan saya sampaikan sebelumnya melalui jaringan ini, terkait media yang akan digunakan p

Bedences

Cuci Motor Bdences. Itulah nama tempat penyucian motor yang saya lihat di daerah Bakau Besar, Kabupaten Mempawah. Di sekitar tikungan, di dekat masjid. Tidak terlalu jauh setelah jembatan yang diperbaiki tahun lalu.   Baru kali ini melihat tempat cuci tersebut   setelah hampir tiga bulan tidak balik kampung. Saya menyimpulkan, tempat ini adalah baru. Namun, yang menarik dari perhatian saya bukan gambaran tempat penyucianya, bukan fasilitasnya, bukan orang yang sedang menyuci. Tapi, Bdences yang menjadi nama tempat pencucian ini.  Bdences mengingatkan saya dengan kata populer   yang digunakan remaja-remaja di Jalan Bawal. Bawal adalah nama gang yang ada di sekitar Pasar Sayur Mempawah.   Batasan-batasan jalan ini sempat saya tanyakan pada seorang teman yang tinggal di sana. Menurutnya Jalan Bawal I berada di samping Lapangan Tenis, Bawal II   berada di seberang Jalan menuju Pasar Sayur menyeberangi jalan menuju Tol Antibar. Bawal II berada   di belakang SD Negeri 1 Mempawah atau