Langsung ke konten utama

Postingan

Membentuk Sikap

 Terkadang aku merasa bangga dengan diriku saat ini. Lalu mengapa begitu? Aku mencoba menata masa lalu yang membentuk diriku yang sekarang. Tentu, pribadi ini bukan terbentuk instan tetapi proses. Dan, penuh dukungan dari berbagai lingkungan.  Aku juga merasa bangga dengan diriku karena pertimbangan-pertimbangan yang membentuk pola pikirku. Tentu saja itu karena berbagai akibat dan sebab. Aku tidak akan terbentuk jika bukan ada kemudian maka.  Diriku yang dulu adalah kesulitan yang dibawa kemudahan. Aku yang dulu adalah kecil yang mau membesar. Aku adalah rugi yang diuntungkan. Aku adalah mahluk yang dilindungi atas doa-doa Ibu--bapak (semasa hidupnya atau bahkan doa diakhir hidupnya). Aku adalah kebahagiaan yang berasal dari kebahagiaan orang tuaku.  Aku, di usia 4,5 tahun itu ditinggal oleh Bapak, untuk selamanya. Bahagiaku menyimpan kenanganya tanpa cela, jika pun  kecewa aku tak layak untuk murka. Si kecil itu selalu diistimewakan dan dirayakan. Begitu egoku...

Puase di Kampong, tapi Ndak Ade Emak

 Mak,  kamek balek Tanjong. Nyambot Puase. Kamek ziarah kubor biase e, kamek langsong ke kuburan bapak, tapi taon ni kamek ke kuboran Emak.  Taon lalu Emak kate, kalau mintak panjangkan umor sampai bulan puase. Alhamdulillah Emak sampai puase bahkan tak mbuang padahal gek saket temasok uzor. Mak bise sampai lebaran fitri, sampai ugak lebaran adha. Alhamdulillah.  Semue e bejalan baek-baek jak, walau ade emang kuar masok RS :( tapi medio Mei 2025 itu mase paling berat. Kamek ngurus sekolah di negeri orang sampai nak 3 minggu tapi di mase kamek dak boleh keluar dari negara tu emak drop.  Drop mak. Bukan drop biase, tapi ini menjalar ke kognitif bahkan psikomotorik. Hingga ape yang disebut melilu itu kite hadapi. Dak lamak, dari Mei sampai ke Awal November. Dak lamak mak. Hingga November di tanggal lahir emak, emak mendapatkan hadiah disembuhkan oleh Allah. Emak kembali ke jalan-Nya. Emak diberi hadiah tentang waktu yang telah dijanjikan.  Emak mendapatkan doa...

Pengantar dan Kontrak Kuliah

Pengantar Perkuliahan Mata Kuliah Bahasa Indonesia Dosen Pengampu: Farninda Aditya, S.Pd.I., M.Pd Penilaian mahasiswa akan diumumkan melalui SISKA, pastikan nama anda terdata dalam kelas perkuliahan ini; M ahasiswa dan dosen melakukan interaksi pembelajaran melalui e-learning berdasarkan tugas-tugas yang diintruksikan oleh dosen. 3.        Alamat akses: a.        https://elearning.iainptk.ac.id/ b.       https://siska.iainptk.ac.id/index.html# c.        RPS Bahasa Indonesia 4.        Kehadiran mahasiswa dipertimbangkan dari bentuk tugas, yakni catatan harian. Mahasiswa wajib memiliki buku catatan harian yang ditulis tangan dengan buku tulis-boleh buku bekas- dengan jumlah kata 500 kata. Catatan ini dikumpulkan tiap pekan dengan mengirim foto hasil catatan pada drive email masing-masing. Tautan/Url/link dikirim pada dosen pengampu se...

Dosen dan Mahasiswa Prodi PIAUD Ikuti International Guest Lecture

Soal UAS Perkembangan Bahasa dan Literasi AUD

 1. Pilih tema berdasarkan materi pembahasan Perkembangan Bahasa dan Literasi AUD; 2. Pilih tenan kerja sama maksimal anggota 2-3 orang 3. Pilih template Artikel Jurnal, bisa gunakan tempatnya jurnal Prodi PIAUD Albanna https://e-journal.iainptk.ac.id/index.php/albanna 4. Tulis artikel jurnal sesuai template 5. Penulisan referensi menggunakan mandeley 

UTS Bahasa Indonesia Kelas Prodi PIAUD

1. Bagaimana pendapat Anda tentang Pendidikan Islam Anak Usia Dini?  2. Berikan pendapat ahli tentang Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Minimal 3 pendapat boleh menggunakan bantuan buku, internet, dan sebagainya. 3. Berikan dalil yang berkaitan dengan Pendidikan Islam Anak Usia Dinio boleh hanya artinya saja dan berikan pendapat anda tentang dalil tersebut. 4. Bagaimana menurut anda kondisi  Pendidikan Islam Anak Usia Dini saat ini? 5. Bagaimana pendapat anda tentang Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini sebagai lembaga pendidikan untuk masyarakat? 6. Apa harapan anda untuk Pendidikan Islam Anak Usia Dini saat ini dan mendatang? 7. Tulis ulang jawaban anda, dari jawaban nomor 1 sampai 6 tanpa penomoran, silakan sesuaikan kata atau kalimat agar lebih. Beri judul sesuai dengan isi.  8. Jawaban nomor 1-6 tulis di Dokume Word, kirim melalui Drive. Jawaban nomor 7 kirim melalui blog masing-masing dan tautan dikumpulkan pada grup WA. 

UTS Bahasa Indonesia Kelas PAI

1. Bagaimana pendapat Anda tentang Pendidikan Agama Islam 2. Berikan pendapat ahli tentang Pendidikan Agama Islami. Minimal 3 pendapat boleh menggunakan bantuan buku, internet, dan sebagainya. 3. Berikan dalil yang berkaitan dengan Pendidikan Agama Islam boleh hanya artinya saja dan berikan pendapat anda tentang dalil tersebut. 4. Bagaimana menurut anda kondisi  Pendidikan Agama Islam saat ini? 5. Bagaimana pendapat anda tentang Prodi Pendidikan Agama Islam sebagai lembaga pendidikan untuk masyarakat? 6. Apa harapan anda untuk Pendidikan Agama Islama Sat ini dan mendatang? 7. Tulis ulang jawaban anda, dari jawaban nomor 1 sampai 6 tanpa penomoran, silakan sesuaikan kata atau kalimat agar lebih. Beri judul sesuai dengan isi.  8. Jawaban nomor 1-6 tulis di Dokume  Word, kirim melalui Drive. Jawaban nomor 7 kirim melalui blog masing-masing dan tautan dikumpulkan pada grup WA. 

UTS Manajemen Dakwah

1. Bagaimana pendapat Anda tentang Manajemen Dakwah? 2. Berikan pendapat ahli tentang Manajemen Dakwah, Minimal 3 pendapat boleh menggunakan bantuan buku, internet, dan sebagainya. 3. Berikan dalil yang berkaitan dengan Manajemen Dakwah boleh hanya artinya saja dan berikan pendapat anda tentang dalil tersebut. 4. Bagaimana menurut anda kondisi Manajemen Dakwah saat ini? 5. Bagaimana pendapat anda tentang Prodi Manajemen Dakwah sebagai lembaga pendidikan untuk masyarakat? 6. Apa harapan anda untuk Manajemen Dakwah saat ini dan mendatang? 7. Tulis ulang jawaban anda, dari jawaban nomor 1 sampai 6 tanpa penomoran, silakan sesuaikan kata atau kalimat agar lebih. Beri judul sesuai dengan isi.  8. Jawaban nomor 1-6 tulis di Dokume  Word, kirim melalui Drive. Jawaban nomor 7 kirim melalui blog masing-masing dan tautan dikumpulkan pada grup WA. 

Setiap Kita adalah Spesial

Pengalaman spesial hari ini adalah mendampingi kawan-kawan spesial di kelas Manajemen Dakwah, beberapa di antara adalah teman tuli ; tunarungu dan tunanetra. Sebenarnya saya agar berdebar apakah saya bisa diterima oleh mereka karena saya yang khawatir jika cara saya membuat mereka tidak nyaman. Untungnya semangat belajar dan niat bulat mereka di kelas menunjukan bahwa kelas hari ini baik-baik saja. Saya pun terbantu dengan teman penerjemah  atau pendamping yang memudahkan komunikasi.  Kita adalah spesial dalam berbagai jalan kehidupan yang telah dilalui selama ini dan dengan kepingan-kepingan yang berbentuk unik lain. Kepingan-puzzle itu menyatu dalam bingkai kelas manajemen Dakwah. Kelas inklusi ini benar-benar menarik dan harusnya dijaga keharmonisan.  Kisah dari masing-masing mahasiswa adalah usaha. Setiap kata yang ditulis adalah karya. Setiap kata yang dibaca adalah ekspresi. Setiap kata yang membekas adalah kenangan; dan bisa saja mengubah hidup.  Membaca dan M...

Ketika Menjadi Orang Tua

 Beberapa waktu lalu, Pak Rektor mengirim tautan Kolom Terbaru Ahmad Inung. Terdapat bait cerita tentang Orang Tua yang ditinggalkan anak-anaknya. Tentu, raut wajah Emak langsung tergambar jelas. Raut keriput dengan pipi yang menurun serta pupur tabur di wajah memutih di mana-mana. Sore itu saya menelpon. Dunia teknologi saat ini memudahkan kita menelpon sambil video. Sehingga tak sekadar suara yang terdengar tapi fisik sesuai tangakapan kamera terlihat di layar. Emak duduk di kursi rodanya. Usianya tahun ini 75 tahun. Ia ringkih dengan sakitnya. Sudah lama beliau mengidap penyakit yang katanya bisa sembuh hanya dengan cangkok hati. "Mana ada uangnya dok", kata Emak menggurau dokter kala itu. Penyakit yang bersarang ini dimulai dari Diabetes yang telah memeluknya sejak 2008 lalu. Rutinitasnya kala itu masih aktif. Masih ke kebun mengurus pisang dan kelapa. Masih pergi pengajian dan yasinan. Pergi ke rumah tetangga dan saudara. Masih bisa memasak nasi serta tambol untuk kami. ...

Menulis adalah Apresiasi

 Menulis lagi? Pertanyaan ini mungkin terkuak di dalam hati beberapa mahasiswa setelah selesai membuat akun blog. Menulis tentang diri sendiri, secara umum mengenalkan diri adalah cara paling mudah untuk memaparkan kata dalam tulisan. Data yang tidak dimiliki orang lain tetapi penulis memunyainya.  Hari ini kelas Prodi PIAUD FTIK IAIN Pontianak menjadi penuh lebih dari 40 orang karena bergabung dengan kelas PAI. Sidang skripsi pada jam yang sama menjadikanya alternatif-kelas gabungan. Mahasiswa sebanyak ini saya pikir akan lama proses tutorialnya, alhamdulillah seperti kelas H semua sudah melek dengan teknologi bahkan sudah ada yang punya Blog sejak SMA.  "Saya sudah punya Bu, sejak SMA, mata pelajaran Ekonomi", wow literasi ekonomi dan digital telah dipadukan di sekolah daerah Pantura, di SMA Jawai, Sambas.  Hingga akhirnya mahasiswa sibuk dengan ingatan atau bahkan mendekatkan diri dengan dirinya sendiri. Tulisan melalui ketikan jempol itu beradu di halaman blog ya...

Selalu ada kisah baru; Kelas H, 404

 Seperti biasanya membuat akun Blog adalah bagian dari kelas. Kali ini lebih mudah karena generasi semakin melek dengan dengan teknologi, arahkan selesai. Jadi ingat kali pertama kelas membuta blog, masa itu tahun 2010 mahasiswa yang diajar adalah guru yang melanjutkan S-1. Laptop adalah barang mewah dan mahal, sinyal masih sulit, dan tidak email adalah sesuatu yang langka.  Kali ini saat set saja, semua buat blog selesai di tangan mereka. Tidak kalut sinyal, tidak kalut belum punya email. Menulis masih tema yang sama, perkenalan diri. Kelas masih tenang saat masing-masing khusuk mengisahkan dirinya. Kalut, malu-malu, bangga, lucu, ada lah bingung, tapi sebentar saat diminta menambahkan gambar di blog mereka.  "Oooh macam tu", setelah bingung mendapat jawaban.  Kelas kali ini adalah kelas PAI, kami masuk selepas Asar. Sore menuju sore menuju setengah dari satu harian aktivitas tubuh. Syukurnya tidak ada risau dan bosan karena kelas beraktivitas dalam gawai dan kebaha...

RPS Bahasa Indonesia

Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah Bahasa Indonesia adalah Mata Kuliah Umum (MKU) yang berisi materi kebahasaan yang menunjang Kompetensi pedagogik, Kompetensi kepribadian, Kompetensi sosial, Kompetensi profesional mahasiswa Tarbiyah dan Ilmu Keguruan dalam bidang sebagai calon pendidik. Materi meliputi; Hakikat dan kedudukan Bahasa Indonesia, Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia, Ejaan yang Disempurnakan (EyD), Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia secara Lisan dan Tulisan (Bahasa Indonesia yang baik dan benar), Dasar-Dasar Mengarang (Ragam, fungsi dan diksi bahasa Indonesia, Pemanfatan kamus bahasa indonesia (Bahasa Baku), Pemanfaatan kamus dan tesaurus, Ragam bahasa ilmiah lisan dan tulisan, dan demonstrasi berbahasa Indonesia RPS Bahasa Indonesia   1.     Aditya, F. (2018). Forms And Meanings Of Traditional Foods In Tanjung Village Community, Mempawah, West Kalimantan. Khatulistiwa , 8 (2). https://doi.org/10.24260/khatulistiwa.v8i2.1161 2.   ...

Moderasi Beragama: seni memahami perbedaan, wujudkan hidup berdampingan

Hidup berdampingan antar agama dan etnis bukan sekadar teori. Kehidupan itu sudah dirasakan sejak dulu. Tetangga yang baik dan saling berbagi meski ia pemeluk agama Kristen, kami berbagi mainan, main kejar-kejaran, hingga ia pindah masa itu masih lekat diingatan. Ya, dia Hilda anaknya Pak Peter. Saat bersekolah dasar, belajar bersama teman multkultur. Ada yang beretnis Madura, Cina, Dayak, Bugis, dan Melayu. Kami biarkan saja mereka menggunakan bahasa masing-masing saat mereka berkomunikasi antar etnis kadang satu dua kosakata dipelajari. Saling kode itu memberi nuansa unik dalam pertemanan.  Lalu sahabat yang disebut dengan Payung Teduh kala S-2 adalah Mbok Atun yang beretnis Jawa dia, muslim. Mbok Hesty etnis Jawa, Kristen bahkan dia pengurus gereja, ada Seri seorang kakak yang baik hati keturunan Dayak. Seri menikah dengan lelaki Cina. Ia suka membahas tentang Ong yang bearti keberuntungan.  Kata Ong itu cocok untuk menggambarkan rasa spesial mengenal mereka. Berada di anta...