Langsung ke konten utama

Postingan

UTS Mata Kuliah Bahasa Indonesia PGMI

    Mata Kuliah                          : Bahasa Indonesia Kode Mata Kuliah                 : MKU-6W003 SKS                                         : 2 (dua) Semester / Kelas                     : 1/E Dosen Pengampu/ Asisten     : Farninda Aditya, S.Pd.I., M.Pd   Petunjuk Pengerjaan: 1.       Baca instruksi dengan saksama, agar tidak salah pemahaman; 2.       Jawaban anda dikumpulkan melalui drive yang disediakan; 3.  ...
Postingan terbaru

UTS SAA 2026/2027

    Mata Kuliah                          : Bahasa Indonesia Kode Mata Kuliah                 : MKU-6W003 SKS                                         : 2 (dua) Semester / Kelas                     : 1/A Dosen Pengampu/ Asisten     : Farninda Aditya, S.Pd.I., M.Pd   Petunjuk Pengerjaan: 1.       Baca instruksi dengan saksama, agar tidak salah pemahaman; 2.       Jawaban anda dikumpulkan melalui drive yang disediakan; 3.  ...

Mak

 Mak Anakmu masih meringis Anakmu masih belum tunai Anakmu masih "tersesat" Anakmu masih memalsu Anakmu, benar katamu Ia sadar kehilanganmu tapi masih memerlukanmu, masih menyebut kata-katamu

November, Kelabu?

Tengah malam masih seperti sepi penuh debaran. Tangis di antara kenangan masih meleleh. Bagaimana? Apakah dilupakan atau ditegarkan? November, ini adalah bulanmu. Seperti dulu, selalu ada bahagia dan khawatir jika kau menyertai. Ini adalah bulanmu. Merujuk pada kelahiran dan tahun ini engkau mengingatkan pada kematian.  Aku masih kaku. Kikuk. Meringis di antara sepi dan naungan tarhim.  Setahun akan berlalu, kali pertama aku menulis tentang hari itu. Banyak kata yang tak bisa disampaikan, jelas ada rasa penyesalan dan kesalahan. Semua tertuang pada diri. Bagaimana, jika, andaikan, tapi, ah. Semua memang takdir terkadang ada bisikan bahwa ini adalah hadiah; ibadah, doa, cita, cinta.  November, berapa lama aku menghindar pada malam lewat di tengah malam. Sebab, masa-masa itu aku masih merasa kehilangan yang tidak hilang. Aku masih mendengar sayup memanggil merintih yang mengajak tetap di sampingnya, tak menjauh. Malam ketika aku mengintip dari pantauan CCTV melihatnya tidur...

Menggapai Mimpi? Misi dan Dedikasi

Sejak 2009, blog ini menyimpan cerita perjuangan. Terutama tentang mimpi dan yang nyata. Di tahun 2026 menjelang usia 36 tahun ada banyak yang terealisasi. Ada banyak pandangan hidup yang mengubah cara pandang. Setidaknya dengan pendidikan yang ditempu gelar "Anak S-2, anak dosen, anak PNS", tersemat kepadanya sebagai Emak. Ia menyimpan bangga itu tak perlu cerita banyak, tapi ia dapatkan cerita baik dari orang lain. Rasa segan untuknya pun ia dapati.  Hari ini di negeri orang, ada pertanyaan yang terselip. Melanjutkan studi dengan tabungan tahun-tahun sebelumnya dan didukung dari beasiswa uang pangkal dan buku. Tidak ada garis pewaris di sini bahkan untuk pendidikan. Semoga pendidikan ini memberi pandangan yang baik sebagai warisan untuk ke depan. Pendidikan ini bukan sekadar mimpi dari sebuah ambisi.  Pertanyaan lain ketika haha hihi di meja orang tampak menyenangkan diri ini masih membangun rasa bangga untuk mereka yang telah tiada.  Mak, Pak Di negeri orang ini, anakm...

Satu Kata: Menjatuhkan atau Mengangkat?

Dulu, tahun 2008 ketika merasa krisis kepercayaan diri karena kegagalan, kesibukan dengan dunia baru adalah pelarian. Cara itu untuk menata hati yang sempat tercacah di balik wajah tampaknya senang-senang saja. Pelan-pelan menyusun rencana untuk memperbaiki situasi yang tidak diharapkan. Awalnya suasana itu terasa nyaman, dapat dinikmati, dan tampak ada hasil.  Hanya saja di lingkungan yang tampak menentramkan rupanya ada saja bendungan yang siap menghalau. Mungkin karena telalu asik diisi, air yang tampak tenang tentu saja bisa menjadi riak hingga bergelombang bahkan menjadi bumerang yang menghempas semaunya. Mungkin, karena merasa yang diutamakan, digugu, hingga lupa bahwa semua kata tidak dapat diterima oleh semua yang dianggap sama. Setidaknya untuk orang yang sedang mencari jalan bagaimana kembali meneguhkan diri.  Diksinya tidak banyak. Disampaikan dengan lugas. Kepercayaan diri yang dicari, yang ada pada dirinya digunakan penuh keyakinan dan wibawa.  "Bingal"....

Membentuk Sikap

 Terkadang aku merasa bangga dengan diriku saat ini. Lalu mengapa begitu? Aku mencoba menata masa lalu yang membentuk diriku yang sekarang. Tentu, pribadi ini bukan terbentuk instan tetapi proses. Dan, penuh dukungan dari berbagai lingkungan.  Aku juga merasa bangga dengan diriku karena pertimbangan-pertimbangan yang membentuk pola pikirku. Tentu saja itu karena berbagai akibat dan sebab. Aku tidak akan terbentuk jika bukan ada kemudian maka.  Diriku yang dulu adalah kesulitan yang dibawa kemudahan. Aku yang dulu adalah kecil yang mau membesar. Aku adalah rugi yang diuntungkan. Aku adalah mahluk yang dilindungi atas doa-doa Ibu--bapak (semasa hidupnya atau bahkan doa diakhir hidupnya). Aku adalah kebahagiaan yang berasal dari kebahagiaan orang tuaku.  Aku, di usia 4,5 tahun itu ditinggal oleh Bapak, untuk selamanya. Bahagiaku menyimpan kenanganya tanpa cela, jika pun  kecewa aku tak layak untuk murka. Si kecil itu selalu diistimewakan dan dirayakan. Begitu egoku...