Langsung ke konten utama

Postingan

Kharisma Sastrawan di Karisma

Sudah beberapa kali saya mendengar keinginan teman-teman di luar Club melihat buku karya Club dilihat oleh mereka di toko buku bergengsi di Pontianak. Dan akhrinya, toko buku Karisma lah yang mewujudkannya.  Ini dikarenakan adanya acara bedah buku Kalbar Berimajinasi; antologi Sastrawan di Kalimantan Barat. Buku ini diterbitkan oleh Club Menulis STAIN Pontianak dan STAIN Press. Sabtu, 2 Maret 2013. Penulis dari buku yang bertema lokal Kalimantan Barat berkumpul.   Wajah-wajah para sastrawan Kalimantan Barat melihatkan kharismanya. Kharisma dari karya yang diciptakan tampaknya berhasil membuat peresensi melirik sisi yang menarik dari Kalbar Berimajinasi saja.   Di toko buku Kharisma Mega Mal Pontianak, kebersamaan sastrawan Kalimantan Barat melihatkan sinarnya.  Jimmy S. Mudya penulis buku puisi Sandal Kumal mengawali kegiatan ini. Membacakan kisah seorang TKI melalui puisi. Mengabadikan sejarah masa kecil bersama orang tua si teman yang kehilangan su...

Seminar Bulanan Balai Bahasa Provinsi

Sudah bulan Maret. Kegiatan seminar bulanan yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat akan dilaksanakan kembali. Seminar setiap bulan ini akan menyajikan makalah berkenaan kearifan lokal, tema yang telah ditentukan sebulan yang lalu. Rabu, 13 Februari 2013. Keberagaman Sastra dan Budaya Lokal di Kalimantan   Barat itulah tema seminar di Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat bulan lalu. Pada seminar tersebut Musfeptial, S.S, M. Hum yang juga menjadi ketua panitia seminar menjadi pembentang. Beliau menyajikan makalah yang berjudul Kritik Sosial pada Kumpulan Puisi Sarang Enggang Mata Borneo. Ada 4 Puisi yang dibahas, puisi yang kesemuanya berkenaan dengan lingkungan ini. Dua diantaranya   Nano L. Basuki yang berjudul Ibu   dan Yang Terhormat Gubenur, Pay Jarot Sujarwo    dengan puisinya Menggambar Kalimantan dan Hikayat Lima Enggang oleh Wisnu Pamungkas. Puisi-puisi dari penulis Kalimantan Barat ini ditafsirkan, makna-makna y...

Road Show bersama Top Indonesia

Sintang adalah kota terakhir yang kami datangi dalam Road Show Kalbar Belajar. Sabtu, 26 Januari 2013. Terakhir, bukan berarti road show yang digawangi Top Indonesia ini berakhir karena mengembangkan budaya menulis ini akan dilanjutkan hingga 31 Januari di dua tempat lainnya, Pontianak dan Kubu Raya. Rombongan di kota ini memang berkurang dari tiga tempat sebelumnya. Jika di SMAN 1 Pinyuh, road show disemangati dengan motivasi dari Fatmawati, Kepala Sekolah SMAN 4 Pontianak dan Dr. Yusriadi pembimbing Club Menulis STAIN Pontianak serta   Dr. Aria Djalil, Ph.D ; Pengasuh Sinka English Village atau yang dikenal juga dengan Kampung Inggris Singkawang Sederhana (Kiss) , di Sintang tiga orang Top ini tidak dapat hadir karena pekerjaan. Begitu juga dengan Johan Wahyudi penulis buku   Dari Tiada Menjadi Ada yang sekaligus alumni SMAN 1 Pinyuh dan ikatan alumni Top Indonesia, yang tergabung dalam Fajar Khatulistiwa. Beruntung Pak Aria menemani kami hingga ke Bengkayan...

Fatmawati: Kepsek yang Super Duper

“Nama saya Fatmawati, maaf ya, suara saya mau habis, soalnya banyak menulis” beliau pun tertawa saat memperkenalkan dirinya di ruang malay Corner hari itu pada anggota Club Menulis. Guru teladan Pontianak   ini adalah wanita tercantik dari peserta Top Indonesia, beliau adalah satu-satunya wanita yang ikut serta dalam pelatihan menulis ini. Hari itu, Sabtu. 12 januari 2013, beliau mengaku senang dengan kedatanganya di Club Menulis, bahkan beliau ingin kegiatan-kegaitan kepenulisan yang dilakukan oleh Club menulis untuk bisa melibatkan sekolahnya. Sebab beliau tahu bahwa   dari 900-an siswa di SMA 4 ada siswa yang memiliki minat dan bakat di dunia kepenulisan, sebab siswa dari SMA ini pernah menyabet juara nasional dalam lomba menulis cerpen. Bahkan beliau juga berniat untuk mengajak sswa-siswanya untuk mengunjungi Club menulis suatu ketika saat pelaran bahasa Indonesia.   Beliau ingin siswa-siswanya mendapatkan pengalaaman baru mengenai di dunia kepenuli...

Rumah Menulis Kalimantan Barat

“Seperti sudah di depan mata ya?” ujar Pembimbing Club Menulis STAIN Pontianak, Yusriadi. Sabtu malam, 19 Januari 2013. Pembahasan malam itu ialah mengenai rencana direktur Top Indonesia untuk membangun rumah menulis, pusat   latihan menulis begitulah istilahnya, pastinya wadah untuk menulis, tempat belajar menulis, tempat berkarya. Lokasinya berada di Kubu Raya, di daerah Sungai Raya Dalam. Nantinya akan dibangun juga TPA di sana. Bagaimana bentuk bangunannya, tidak dipikir bagaimana persisnya, tapi wujud kegiatannya sudah terbangun megah.  Mendengar rencana itu saya terbayang dengan suasana tempat belajar Jenderal Pilik dan Pasukan Alit di cerita Perahu Kertas, novel karya Dee yang juga diangkat di film layar lebar. Mereka belajar di Saung Bambu, saung kecil di tengah bukit, dikelilingi pepohonan, kebun, suasana yang hijau.   Bagaimana keadaan bangunannya yang sederhana namun ditempati oleh anak-anak yang hebat. Mereka menjadi tokoh dalam cerita yang ...