Dia angkatan dengan nomor Induk 19. Dia mengirim WA untuk menyampaikan niat cuti kuliah. Kami pun membuat janji. Saya bertanya alasan. Ekonomi kembali menjadi peluru mematikan. Kala itu, ada yang mengganjal. Ada rasa kesal. Dia memilih mengalah karena uang tak memadainya untuk daftar ulang. Kakaknya akan menikah. Lalu? Kami mencari jalan keluar. Ia pun khawatir jika dapat pinjaman ia tak dapat melunasi. Ia memilih cuti dan kembali ke kampung halaman. Akhirnya, surat cuti ditandatangani. Semester genap dia kembali mengirim pesan. Dia mengabarkan dia punya uang, tapi tak cukup. Lalu bagaimana dengan daftar ulang? Tentu harus mencari tambahan. Dia bilang, dia mendaftar di lembaga pendidikan: Les. Lalu bagaimana dengan tempat tinggal? Kos? Makan sehari-hari? Kendaraan? Semua itu perlu biaya, mengajar les juga belum tentu diterima. Saya coba menghubungi keluarga yang membuka toko. Mereka mencari karyawan. Hanya, tidak bisa menyediakan tempat tinggal. Itu adalah pilihan kami...