Langsung ke konten utama

Postingan

Mengkhawatirkan Lupa

Gegara kemarin, kejadian membara di kamar itu, membuat saya benar-benar  ragu dengan ingatan saya sendiri. Tadi, suatu insiden yang membuat saya bepikir keras, apa yang terjadi dengan labirin saya? Saya hanya ingat bahwa buku yang saya pinjam, jumlahnya dua. Di depan Mas Peminjam Buku di Perpusatakaan, saya mengungkapkanya dengan sangat yakin padahal layar komputer jelas-jelas menunjukan jumlah buku yang dipinjam adalah tiga. Saking yakinnya, saya pun membawa tampak sok, sok ingat. Saya meyakinkan Si Mas, bahwa pada jam sekian, jumlah dan buku apa saja yang dipinjam sebelumnya, posisi meja tempat saya meminjam, saya ingat semua. Pada bagian yang menunjukan bahwa saya yakin 100% saat saya bilang: "Ha? buku Dimensi? Ndak Mas, saya pinjam buku Pemerolehan Bahasa, lagi pula untuk apa saya pinjam buku Dimensi Pendidikan" Saya bilang begitu karena saya memang tidak sedang melakukan penelitian berkaitan dengan sekolah, saya butuh buku yang berhubungan dengan PBK dan Sastra Buday...

TEMAN CO WOK

Yeah, ini memang aneh. Saya selalu ada rasa sedih jika teman cowok saya punya pacar. Bukan karena saya naruh hati sama dia, cuma rada takut aja kalau teman cowok saya itu tidak bisa punya waktu banyak lagi bersama saya. Parahnya sikap saya ini bisa-bisa membuat mereka mikir kalau saya memang sukak. -,- pernah saking mikir tidak punya waktu lagi sama teman 1 teman, saya jadi nangis. Dia bela-bela mendatangi saya dari nun jauh daerahnya untuk mengetahui penyebab kenapa saya nangis sewaktu saya tahu dia akan nikah.  Saya cuma takut tidak bisa makan siang bersama-sama dan bepergian kemana-mana bersamanya. Pernah juga, saya dibilang pacarnya teman 2 "Eh ada Si Cantik", saya rasa itu asli menyatakan "Oh ini ni cewek yang kecantikan" -,- Padahal sebelum dia pacaran, kita memang sering jalan sama-sama, kok. Ada juga tuh, saya ikutan kepo karena pacarnya teman saya 3 ini aneh sekali. Pacarnya modis, makeup an, dan rada sangar tampangnya. Menurut saya t...

KAMAR KE BA KA RAN

Barusan saya mematikan api yang menyala-nyala di kamar saya. Ini adalah pengalaman kali pertama saya berhadapan langsung dengan kebakaran dan itu dikarenakan kecerobohan saya sendiri. Saya perlu duduk tersimpuh sesaat, mengatur nafas setelah terkejut bangun tidur yang sangat nyenyak. Petualangan saya di mimpi dalam cerita Joshuafiles rupanya menghantui saya hingga kenyataan. Bisa-bisanya, saat saya terbangun kemudian melihat api menyala di meja belakang kepala, kemudian saya lari membuka pintu saat itu saya bepikir “Ini perbuatan Sekte Huracan”, sekte yang ingin membasmi masyarakat Ek Naab, masyarakat Maya kuno. Kamar saya masih bau plastik tebakar. Radio atau tipe merk Sony yang entah dibeli tahun 90-an mungkin 80-an tebakar. Radio yang sangat saya banggakan karena kualitas dan zamanya, akhirnya habis di mata saya. Dan, itu bukan punya saya. Pemilik kamar yang lama, Bang Upik. Sekitar jam 8 malam tadi, Selasa 17 Juni 2014 listrik di daerah rumah padam. Setelah cukup menu...

P E R N I K A H A N

Sejak Juni tiba, bisa dianggap bulan Juni 2014   adalah bulan pernikahan. Saya mendapat undangan pernikahan. Teman-teman seangkatan umumnya. Pernikahan Juni: 1. Minggu, 01 Juni 2014 Acara pernikahan Delia Angela. -,- ingin pergi sayangnya pas balik Mempawah, hujan mengguyur sampai di Pontianak basah. Undangan pun tak dihadari. 2. Senin, 02 Juni 2014 Pernikahan Mbak Meri Setiani, teman MTs dan MAN. Berhubung ada kerjaan dan janji hari Senin jadi hanya salam-salam yang sampai di resepsi Mbak Mer. 3. Minggu, 08 Juni 2014  Mamod nikah. Berhubung acaranya di Telokpakkedai jadi datangnya pas merolah, pada hari Rabu 11 Juni 2014 4. Minggu, 15 Juni 2014  Wardah :D, hahaha, akhirnya pautan hati pada si Omcin-begitu tulisan di undangan-. Resepso hari Minggu, nikahnya Sabtu. 5. Minggu, 15 Juni 2014  Ayank Bahyin, -,- entah kenapa tanggal resepsinya sama :D. Ah, ayank di kelas melepas lajang ahahaha. 6. Minggu, 15 Juni 2014 Rudiansyah, teman OPAK dulu ...

P E K E R J A A N

Selesai kuliah, mau kerja apa? Dimana? Mengapa? Kadang itu menjadi pertanyaan mahasiswa akhir pada diri mereka sendiri.  Saya sendiri pernah mengalami masa galau mencari pekerjaan yang sebenarnya hati saya   tak 100%   menginginkanya.   Alasanya ya karena saya khawatir, pulang ke rumah tak dapat membawa bincingan. Oleh-oleh, misalnya. Bukan rumah kediaman ibu saya tetapi, rumah tempat saya tinggal di kota ini. Rasanya malu saja, sudah sarjana tapi tak ada penghasilan untuk menyisihkan itu. Akhirnya saya memutuskan untuk mencari kerja, setelah diterima eh saya malah mengundurkan diri. Alasanya, saya fokus untuk kuliah yang waktu itu telah lolos di perguruan tinggi, tempat saya melanjutkan pendidikan. Lagi pula, saya akhirnya sadar, mencari pekerjaan tambahan hanya karena uang, itu bukan pilihan yang tepat. Hati menolak, apalagi setelah tahu “Bapak” menganggap bahwa apa yang saya lakukan tampak seperti kurang kerjaan. Bekerja karena mencari uang? Itu buka...

Status Baru

Ya, Juni pun datang.  Memulai pembicaraan bulan Juni, saya mau bilang mengakhiri bulan Mei dan menjemput Juni, saya autisnya memutar lagu Tulus berjudul Satu Hari di Bulan Juni. Aha, lirik k amu cantik meski tanpa bedak nya bikin, asli sukak. Ada apa tidak ya? yang rela bilang saya cantik meski tanpa bedak :/ Seperti catatan bulan lalu. Saya bilang Juni itu membuat saya ngeri. Pertengahan tahun dan menghasilkan pertanyaan, apa yang sudah dilakukan setengah tahun ini? Jika membicarakan enam bulan yang telah berjalan saya hanya bisa berkata: Semua berjalan baik-baik saja, boleh? Ya apa pun itu enam bulan ini menyenangkan. Saya mendapat kesempatan mengajar di beberapa kelas, itu adalah pengalaman luar biasa. Kuliah di semester II yang baik-baik saja. Tawaran garap buku yang penuh tantangan. Hingga akhirnya saya ikut seleksi MMQ MTQ ke Batam dan, saya tidak lolos. Dan, di awal bulan Juni saya mendapatkan kabar yang heboh. Saya mendapatkan tawaran bekerja yang b...

Romantisme bersama Mesin Tik Portabel

Alhamdulillah akhirnya saya bisa menyelesaikan makalah MMQ saya hari ini. Mesti jauh dari kata sempurna saya senang sekali karena hal yang membuat saya takut dapat teratasi. Ketakutan saya ini bukan karena saya tidak lolos untuk MMQ tingkat Nasional, sungguh bukan itu. Ketakutan saya adalah saya tidak bisa menyelesaikan makalah saya karena saya tidak pandai memfungsikan mesin Tik. Pengalaman ini menjadi pengalaman pertama saya, inilah akibat dari pengetikan  KRS kampus menggunakan jasa orang lain.Saat diberi tugas untuk menyelesaikan pekerjaan menggunakan mesin tik, saya malah bepikir panjang tentang apa saya bisa menggunakannya? Benar-benar baru kali ini saya mengoperasikan mesin tik. Selama ini saya hanya menikmati dengan melihat teman membuat KRS, saya saya menikmati kekaguman saya pada mereka; hebat, kok bisa paham!ja Saat saya mengetik tulisan ini di laptop, saya masih terbawa suasana mengetik dengan mesin tik. :( Saya mengetikan jari saya dengan tekanan yang aduhai s...