Saya menulis ini setelah melihat slide yang banyak tentang kamu, dan suara indah milik kamu. Kemudian saya teringat dengan ingin yang terwujud menjadi nyata itu, ingin lalu terjadi . Saya tidak tahu bagaimana nanti. Bagaimana saya nanti, bagaimana caranya. Tapi saya mempunyai ingin , untuk benar-benar bisa bertemu dengan kamu di waktu yang telah saya rencanakan. Ya, ada hal yang menggembirakan, yang selama ini saya inginkan. Saya mendapatkannya, kamu tahu saat saya mendengar kabar ini, pikiran saya langsung berada pada rencana, bagaimana cara menemukanmu. Tapi, tidak perlu menghitung detik yang banyak, ingin itu terhapus. Ada pendengaran lain yang membuat saya ikut yakin bahwa cara saya itu, tidak bisa saya wujudkan. Saya berpikir panjang, ternyata rencana, ingin saya tidak akan berjalan seperti yang saya inginkan. Tidak cukup, ya, kabar manis seperti gula bercampur madu yang di tuang di ubi rebus yang masih panas itu, tidak semanis rencana saya. Saya rasa bukan itu cara say...