Langsung ke konten utama

Satu


Saya menulis ini setelah melihat slide yang banyak tentang kamu, dan suara indah milik kamu. Kemudian saya teringat dengan ingin yang terwujud menjadi nyata itu, ingin lalu terjadi. Saya tidak tahu bagaimana nanti. Bagaimana saya nanti, bagaimana caranya. Tapi saya mempunyai ingin, untuk benar-benar bisa bertemu dengan kamu di waktu yang telah saya rencanakan.

Ya, ada hal yang menggembirakan, yang selama ini saya inginkan. Saya mendapatkannya, kamu tahu saat saya mendengar kabar ini, pikiran saya langsung berada pada rencana, bagaimana cara menemukanmu. Tapi, tidak perlu menghitung detik yang banyak, ingin itu terhapus. Ada pendengaran lain yang membuat saya ikut yakin bahwa cara saya itu, tidak bisa saya wujudkan. Saya berpikir panjang, ternyata rencana, ingin saya tidak akan berjalan seperti yang saya inginkan. Tidak cukup, ya, kabar manis seperti gula bercampur madu yang di tuang di ubi rebus yang masih panas itu, tidak semanis rencana saya. Saya rasa bukan itu cara saya, bukan dengan memanfaatkan itu.

Jika memang ada waktu, jika memang ada garis, meski kecil yang membawa saya ke tempat kamu. Saya usahakan, bahwa saya akan berdiri di depan kamu. Saya hanya ingin melihat, mata dengan bolanya yang besar, kelopaknya yang sendu, dan kantungnya yang hitam, juga hidung yang besar tapi lebih macung dari hidung saya. Saya juga ingin berdiri di samping kamu, kemudian mengambil gambarnya dengan roman muka yang banyak. Saya ingin melihat alis kamu meninggi sebelah, dengan wajah kamu yang dibuat-buat seperti heran dan terkejut itu.

Saya sering berpikir, hingga beginikah kekaguman saya ke kamu? Banyak pemikiran yang sulit saya cerna, tapi cukup menaikkan pipi hingga ½ cm ke atas. Cukup membuat tangan menggaruk kepala, yang tiba-tiba gatal karena heran, mengapa bisa begini. Banyak hal yang membuat saya begini. Ini tidak usah diartikan terlalu istimewa, meski memang berlebihan. Jika teman saya bisa menganggap artis-artis Korea adalah suaminya, saya cukup menganggap kamu sebagai inspirator saya saja. Meski kamu sudah mengakui diri kamu itu artis. Wow, awesome sekali ya? :D

Jika tanggal tua di bulan Maret itu memutuskan hal yang baru. Semoga ada cerita lain yang benar-benar mewujudkannya. Tidak akan banyak yang saya lakukan. Di sini, saya masih duduk di depan PC saya, membaca, mendengar, dan melihat apa saja yang membuat saya semakin kagum sama kamu.
Meski kamu sudah menolak, saya masih suka saja mengingatnya. Saya juga tau, itu sangat, sangat, sangat, sangat tidak mungkin. 



Mengkahirinya dengan mendongakkan kepala, mellihat langit yang warnanya mengingatkan saya pada salah satu warna baju kamu. Biru menunggu gelap.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UTS Bahasa Indonesia Kelas PAI

1. Bagaimana pendapat Anda tentang Pendidikan Agama Islam 2. Berikan pendapat ahli tentang Pendidikan Agama Islami. Minimal 3 pendapat boleh menggunakan bantuan buku, internet, dan sebagainya. 3. Berikan dalil yang berkaitan dengan Pendidikan Agama Islam boleh hanya artinya saja dan berikan pendapat anda tentang dalil tersebut. 4. Bagaimana menurut anda kondisi  Pendidikan Agama Islam saat ini? 5. Bagaimana pendapat anda tentang Prodi Pendidikan Agama Islam sebagai lembaga pendidikan untuk masyarakat? 6. Apa harapan anda untuk Pendidikan Agama Islama Sat ini dan mendatang? 7. Tulis ulang jawaban anda, dari jawaban nomor 1 sampai 6 tanpa penomoran, silakan sesuaikan kata atau kalimat agar lebih. Beri judul sesuai dengan isi.  8. Jawaban nomor 1-6 tulis di Dokume  Word, kirim melalui Drive. Jawaban nomor 7 kirim melalui blog masing-masing dan tautan dikumpulkan pada grup WA. 

Pertemuan 1: Magang 1

    Assalamualaikum, ww.   Halo kawan-kawan mahasiswa. Selamat telah sampai pada level ini. Selamat sudah masuk sampai perkuliahan Magang 1. Selamat juga berhasil menyelesaikan ritme perkuliahan melalui Daring selama ini. Kalian semua hebat.   Pada perkuliahan Magang1, saya Farninda Aditya dimanahkan untuk mengampu mata kuliah ini. Bagi yang sudah pernah bertemu dengan saya pada mata kuliah sebelumnya, Bahasa Indonesia terutama, tentu sudah paham bagaimana gaya pembelajaran saya.    Menulis adalah yang Utama. Disiplin adalah Aturan. Komunikasi adalah Penyelamat.  Sebelum membahas tentang Apa itu Mata Kuliah Magang?, perkenankan saya menjelaskan cara belajar kita.   Pertama,  Media . Media utama yang digunakan adalah WhatsAap, e-Leraning, Google Meet, Youtube, Instagram, dan Blog.   Media berkomunikasi adalah WhatsAap dan pembelajaran adalah e-Learning. Jadi, segala informasi akan saya sampaikan sebelumnya melalui ...

UTS Manajemen Dakwah

1. Bagaimana pendapat Anda tentang Manajemen Dakwah? 2. Berikan pendapat ahli tentang Manajemen Dakwah, Minimal 3 pendapat boleh menggunakan bantuan buku, internet, dan sebagainya. 3. Berikan dalil yang berkaitan dengan Manajemen Dakwah boleh hanya artinya saja dan berikan pendapat anda tentang dalil tersebut. 4. Bagaimana menurut anda kondisi Manajemen Dakwah saat ini? 5. Bagaimana pendapat anda tentang Prodi Manajemen Dakwah sebagai lembaga pendidikan untuk masyarakat? 6. Apa harapan anda untuk Manajemen Dakwah saat ini dan mendatang? 7. Tulis ulang jawaban anda, dari jawaban nomor 1 sampai 6 tanpa penomoran, silakan sesuaikan kata atau kalimat agar lebih. Beri judul sesuai dengan isi.  8. Jawaban nomor 1-6 tulis di Dokume  Word, kirim melalui Drive. Jawaban nomor 7 kirim melalui blog masing-masing dan tautan dikumpulkan pada grup WA.