Dulu sewaktu menjadi bocah yang sering berkeringat dan makan lebih dari dua piring -kira-kira masa makan banyak itu kelas IV, V, VI SD, saya sudah pandai menulis catatan harian. Menulis Cinta Kasih Semasa SD membuat saya rajin menulis catatan harian. Tentang cerita saya dengan teman cowok yang saya uka. Teman sekelas yang sering berkelahi di simpang tiga. Selayaknya Sherina dan Sadam, akhirnya saya mengira bahwa saya suka dengan teman tersebut. Setelahnya saya malah pandai “Acam nak yeye” menulis puisi yang semasa itu sering disebut, goresan. Jadinya, saya sering menulis goresan di buku tulis yang saya jadikan sebagai buku catatan harian. Tidak lagi tentang cinta-cintanya Sherina dan Sadam, saya menulis tentang salah paham dan rindunya saya dengan teman akrab. Saya mengaku kesalahan saya pada sulit saya ungkapkan dengan orang yang membuat saya bersalah, yah saya mengaku saya pengecut. Dan, mendengar curhat teman-teman membuat saya terinspirasi menulis gores...