Langsung ke konten utama
Skripsi= main Bola, Ibu rumah tangga
Seorang yang telah menempuh studi S3 berujar kepada Aku, Nin Dit, Ibfhan Busya
: ” Skripsi saya dulu juga pernah dilempari oleh dosen pembimbing saya,
skripsi saya berserakan dilantai, namun saya tidak pernah merasa
jengkel, dan saya juga tidak mau merasa lebih pintar , turuti saja apa
mau dosen, disuruh tambah ya tambah, disuruh ganti ya kita ganti, dan
jika disuruh coret kita coret. Jika penjelasannya kurang jelas saya
tanya, bukan malah ngoceh dibelakang beliau”
dan beliau
mengingatkan kami untuk tidak terpaku pada satu hal saja, sehingga
kesibukan kami untuk mengajukan outline, proposal hingga ke skripsi
malah tidak bisa melakukan hal lain. Sebab orang yang paling maju
adalah orang yang mampu mengerjakan beberapa hal dalam satu waktu
terangnya.
“Ibarat seperti Ibu rumah tangga, mereka tidak hanya
mengurus anak dan suami, tetapi juga mencuci piring, memasak
,membereskan rumah. Kesibukan kita dikemudian hari akan terus bertambah
melebihi kesibukan kita saat ini. Berusahalah menikmati kelelahan yang
kita rasakan, ibarat orang yang hobby maen bola, mereka tidak pernah
merasa risau saat bermain ditengah teriknya matahari, dan mereka juga
tidak merasa jijik saat harus bermain diatas tanah yang becek dan
berlumpur yang akan membuat pakaian mereka menjadi kotor” Tambahnya
Komentar