Langsung ke konten utama

Skripsi= main Bola, Ibu rumah tangga

Seorang yang telah menempuh studi S3 berujar kepada Aku, Nin Dit, Ibfhan Busya : ” Skripsi saya dulu juga pernah dilempari oleh dosen pembimbing saya, skripsi saya berserakan dilantai, namun saya tidak pernah merasa jengkel, dan saya juga tidak mau merasa lebih pintar , turuti saja apa mau dosen, disuruh tambah ya tambah, disuruh ganti ya kita ganti, dan jika disuruh coret kita coret. Jika penjelasannya kurang jelas saya tanya, bukan malah ngoceh dibelakang beliau”
dan beliau mengingatkan kami untuk tidak terpaku pada satu hal saja, sehingga kesibukan kami untuk mengajukan outline, proposal hingga ke skripsi malah tidak bisa melakukan hal lain. Sebab orang yang paling maju adalah orang yang mampu mengerjakan beberapa hal dalam satu waktu terangnya.
“Ibarat seperti Ibu rumah tangga, mereka tidak hanya mengurus anak dan suami, tetapi juga mencuci piring, memasak ,membereskan rumah. Kesibukan kita dikemudian hari akan terus bertambah melebihi kesibukan kita saat ini. Berusahalah menikmati kelelahan yang kita rasakan, ibarat orang yang hobby maen bola, mereka tidak pernah merasa risau saat bermain ditengah teriknya matahari, dan mereka juga tidak merasa jijik saat harus bermain diatas tanah yang becek dan berlumpur yang akan membuat pakaian mereka menjadi kotor” Tambahnya
· · · Hapus dari Profil · 17 jam yang lalu sekitar Kota Pontianak ·

  • Ibfhan Busya menyukai ini.
    • Nin Dit hemm liatkan ah me orang itu ini ni. Judul aku berhasil ditolak, alhamdulillah dapat merase gimanae judul ditolak. Inspirasi lagi.
      2 jam yang lalu · · 1
    • Ibfhan Busya semangat kawan..
      5 menit yang lalu ·

Komentar