Langsung ke konten utama

Postingan

Rekor Baru Peluncuran Buku “Literasi Kalbar” di Depan Pelaminan

Rekor Baru Peluncuran Buku “Literasi Kalbar” di Depan Pelaminan . teraju.id,  Mempawah – Sejarah dengan tinta emas tergores di Bumi khaTULIStiwa, Minggu, 10/9/17 kemarin. Tepat pukul 11.00 WIB, diluncurkan sebuah buku berjudul Cerita Tentang Farninda, seorang aktivis literasi di Kalbar yang ditulis oleh aktivis literasi di Club Menulis IAIN Pontianak. Peluncuran buku mengambil momentum paling bersejarah dalam tonggak kehidupan Farninda selain hari kelahirannya, yakni masa ketika dia dipersunting dalam sebuah rangkaian upacara akad nikah nan sakral. Hari yang istimewa itu sendiri ditandai dengan hujan deras mengguyur bagai tak hendak berhenti. Namun rombongan pengantin pria dari Kota Baru tak ada sakal buat berangkat ke Mempawah yang berjarak sekitar 80 km dari Kota Pontianak. Di tengah hari mulai cerah, Pay, pengantin pria diarak turun dari iring-iringan kendaraan. Kelompok tanjidor “Dendang Bersama” menyemarakkan suasana. Apalagi disambut dengan pukulan tar (hadrah...

Kalbar Membaca: Sedekahkan Buku Anda untuk Taman Baca

teraju.id , Pontianak – Banyak keseruan di Kalbar Book Fair 2017, dari Rabat Rp 5.000, Konser Buku, Bedah Buku karya penulis Lokal dan Nasional, Launching Buku, Permainan musik di selasar, hingga pameran Arsitektur dan Seni. Keseruan tersebut juga bertambah dengan adanya Lapak Baca dari Komunitas Kalbar Membaca. Komunitas yang biasanya melapak di Taman Digulis setiap Minggu sore tersebut juga meluangkan waktu membuka lapak. Banyak anak-anak berusia sekitar 6-12 tahun duduk di lesehan yang mereka sediakan. Posisi mereka yang berada di bagian lajur ke empat pada denah tengah rumah Radakng memang sangat apik. Pertama, tidak menganggu jalur pengunjung. Kedua, mereka pas sekali pada denyut keramaian. Selain membuka Lapak Baca, Kalbar Membaca juga menyediakan kotak khusus yang bertuliskan “Sedekahkan Buku Anda untuk Taman Baca”. Di ajang pesta buku ini, Kalbar Membaca mengajak berbagi untuk taman baca yang ada di daerah. Adit, koordinator Lapak Baca menjelaskan bahwa buku yang dis...

Ekspresi Pengunjung Kalbar Book Fair 2017 di Stan Club Menulis

“Eh Sekadau, tempat kau ni, belilah”. Begitu respon seorang pengunjung pada temannya. Ia mengambil buku karya Suherman berjudul 3 Kisah di Ujung Sekadau. Sampul buku yang menunjukkan Suherman sedang kesusahan membawa motornya di jalan tanah merah itu, memang memberi kesan menarik. Motor hampir oleng. Ia harus mendorongnya, sebab jika berani, ia akan berkubang di tanah becek itu! Kanan, kiri kebun sawit. Tak terlihat rumah penduduk. “Ini Sekadau mana ni?”, teman yang orang Sekadau katanya tadi, membalas respon. “Tempatku tidak seperti ini”, lanjutnya. Seperti yang saya ketahui dari Suherman, tulisan tersebut adalah kisah perjalananya saat melakukan kegiatan survei KB dan Kependudukan untuk BKKBN. Tidak ada sinyal. Jalan menanjak, menurun. Juga di beberapa dusun non muslim. Berbulan Suherman di sana. “Tempatku masih ada sinyal”, si cewek bertutur syukur. Dilihat dari wajahnya, ia sangat senang sekali melihat judul Sekadau pada buku Suherman. Walau, ia tidak membeli b...

Angsana Mencari Tanah

Angsana dan kekasihnya telah bersatu, namun seperti yang ditakutkannya tempo lalu, kebersatuan mereka akan menghadapi tantangan yang mengalahi jurang selama ini. Angsana tetiba berpikir ingin pergi dari Bumi, dan hidup bersama kekasihnya di planet yang tanpa ada mengenal mereka. Angsana hanya ingin utuh bersama kekasihnya. Namun, Angsana tak mungkin seperti itu, dunianya hanya satu, hanya ada di Bumi. Jika pun bepergian, ia tetap di bumi, meski entah di belahan yang mana. Hanya, Angsana tak bisa berkutik. Hidupnya hanya di situ, tak ada planet selain bumi, tak ada tanah di belahan lainnya. Hidupnya hanya satu dan itu harus dihadapinya. Angsana tak dapat berpikir jenih, kebeterimaan tentang kekasihnya sungguhlah sulit, meski ia ingin berteriak sekuat mungkin, kenapa ia mesti jatuh pada kekasihnya. Hanya, seperjalanannya hanya kekasihnyalah, kekasih yang benar-benar kasih, kasih dari segala sisi. Pernah Angsana ingin membelah diri. Satu dirinya, untuk ia dan kekasihnya. Satu diri...

Dari “Bommm…” sampai Bedabol

(Cerita dari Kegiatan Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional) Diterbitkan: teraju.id  Dari “Bommm…” sampai Bedabol “Bommm…” Apa yang terpikirkan ketika membaca kata “Bommm…” atau mendengarnya? Bisa jadi yang tergambarkan adalah Bom peledak, atau mungkin kue yang berasal dari Ubi, kue Bom.  Namun, ketika kata tersebut didengar oleh sebagian orang Kebahan di Melawi , mereka akan menjawab “Bommm…”. Setidaknya, begitulah yang saya perkirakan. Sebab, di acara Gawai Bahasa Ibu yang diselenggarakan Indonesia Melestarikan Bahasa Ibu (ILBI), Ibu Sukarni mengenalkan kata tersebut. “Kalau kami, Kebahan ayo pulang itu, Bommm… pulang.” Sebagian dari peserta takjub mendengarnya, sebab seperti kata Nurhasanah, peserta dari Club Menulis IAIN Pontianak, “Biasanya kita mendengar Jom, nah sekarang kita gunakan Bom.” Dan, setelah kata tersebut mengudara di ruangan Sekretariat Majelis Adat Budaya Melayu waktu menuju senja terdengar bisik-bisik peserta sebagian besar adalah m...

ASUS ZenFone 3 MAX, Menjaga Cintamu

Kamu mencintai hobimu? Kamu Mencintai Pekerjaamu? Dan, Kamu mencinta si doi? Tapi Smartphonemu saat ini belum bisa mewujudkan ketiga-tiganya secara langsung. ASUS ZenFone 3 MAX dapat menjaga cintamu itu Sob! Kenapa? Yuk kita simak 7 Alasannya. Pertama: Sebagai Pecinta Sejati Mesti Punya Baterai Berkualitas Tinggi Pecinta Sejati itu mesti pandai berbagi hati. Pandai berbagi di sini jangan disamakan dengan berbagi hati yang itu Dek . Ini soal Abang yang memanajemen waktu antara hobi, kerja, dan cinta pada Adek. Nah dengan Smartphone yang memiliki kualitas baterai yang tinggi, Abang bisa tiap waktu memberi perhatian sama Adek. Lagi mancing di Danau Sentarum misalnya, masih bisa chat sama adek ngasi tau bahwa sebelum ke danau melihat Orang Utan dulu. “Dek, Abang sudah sampai di danau Sentarum. Tadik Abang ketemu Orang Utan loh Dek. Lucu. Tapi Masih lucu adek”. Saat suntuk memancing, masih bisa mendengarkan musik dan tidak takut baterainya habis. Eh emang...

ASUS ROG Strix GL502VS Wujudkan Gaming yang Sempurna

Pernah merasa ingin membanting notebook saat seru-serunya berhadapan dengan game ? tiba-tiba saja ia lelet. Atau malah memang lelet. Atau malah, memang pernah membanting notebook atau perangkat kompter lainnya. Ups! Jangan, kesian. Setidaknya dia pernah ada di hidupmu, membahagiakan hari-harimu. Eh, ya maksudnya, notebooknya. Ya, hidup itu memang pilihan Mas Bro! kadang kesempurnaan yang diharapkan tak seperti wujudnya. Tapi, berbicara soal notebook yang sempurna dan bisa memanjakanmu saat bermain game, nge-geek sama game, mari kita bahas ASUS ROG Strix GL502 VS. Asus melalui brand Republic of Gamers (ROG) menunjukan keprofesionalitasnya dengan menghadirkan perangkat gaming yang handal. Mereka yang pernah putus cinta karena notebook yang memiliki performa rendah dapat segera move on dengan kehadiran ASUS ROG Strix GL502 VS. Rasakan saja kehebatan Prosesor Intel Core i7-6700HQ yang ada di dalamnya, ditambah dengan kekuatan RAM 32GB DDR4. Kapasitas ini dapa...