Langsung ke konten utama

Postingan

Ke Nirwana

"Dia tlah pergi, tak lagi kembali, dia tlah pergi ke, Nirwana" Seperti kata yang tepat, ketika saya merasa ada yang hilang, bahkan sangat kehilangan. Ntah perasa yang mana Dan, untuk banyak rasa kehilangan yang direnungi hari ini , bahkan dua rasa yang melekat hingga kata ini disampaikan, rasanya benar-benar hilang Selamat bepergian semuanya. Selamat ke Nirwana. Selamat tinggal 25, Selamat datang 26 Terima kasih Barakallah

Sewindu

Sudah Sewindu. Ya, jika dihitung lamanya memang sewindu. Banyak kisah yang sudah terjadi. Tentu, tak dapat disebut satu per satu. Takut. Sungkan. Sedih. Manja. Marah. Dendam. Haru. Bersyukur. Kejutan. Banyak rasa. Sangat banyak. Hingga akhirnya, setelah banyak pertimbangan, berkali keinginan, rasa menolak, jatuh-bangun.  Akhir itu tampak terlihat. Layar mulai berkembang, layaknya siap untu menelusuri samudra tantangan. Ini, bukan keinginan sejati, tapi, jika tak tahu rasa bisa saja berdiri. Setidaknya, jangan selalu menjadi parasit. Hujan, dan jadilah anggrek hujan. Cantik, putih, membahagiakan. Keberadaan bukan menjadi beban tapi kebahagiaan. Keberadaan bukan langsung berwujud, tak langsung jadi. Semua berproses.  Selama layar belum disentuh, maka jadilah anggrek hujan dahulu. ----- Obrolan senja tertutup hujan. Anggrek menjadi pertimbangan. Dibiarkan atau dibiarkan. 

Menelisik Prestasi Pontianak Kota Bersinar

Menelisik Prestasi Pontianak Kota Bersinar . Jika di Aceh memeroleh julukan Kota Serambi Mekah, Jombang   sebagai Kota Santri, dan Lampung sebagai Kota Tapis, Kota Pontianak juga memunyai julukan yakni Kota Bersinar. Bersinar tentu mengingatkan kita pada cahaya, terang, dan juga matahari apalagi Pontianak dikenal juga sebagai Kota Khatulistiwa. Namun, Pontianak tak sekadar sebagai kota bersinar hanya karena cahaya matahari lebih banyak di kota ini atau panas kulminasinya.  Pontianak Kota Bersinar Pontianak Kota Bersinar ialah harapan dan tujuan masyarakat agar Pontianak menjadi kota yang Bersih, Sehat, Indah, Nyaman, Aman, dan Ramah. Namun, tak sekadar sebagai Kota Bersinar   tetapi Pontianak telah bersinar dari berbagai prestasinya.  Yuk kita menelisiknya. Apabila kita mengingat sejarah, Pontianak sejak zaman Belanda memang telah bersinar. Dari sisi perekonomian, Pontianak memunyai pelabuhan yang besar, lintas luar negeri. Singapura dan Je...

DUA HARI MENULIS 3 BUKU, BISA!: Pesantren Menulis Ramadan Club Menulis IAIN Pontianak Tahun 2016

DUA HARI MENULIS 3 BUKU, BISA! Banyak yang berpendapat bahwa menulis itu sulit! Sulit menemukan ide, susah memulai, merasa kata-kata yang digunakan tidak tepat, bahkan tidak percaya diri memublikasikan. Hal tersebut ternyata tidak berlaku untuk peserta Pesantren Menulis Ramadan Club Menulis Insitut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak Tahun 2016. Kegiatan yang berlangsung hanya dua hari ini berhasil menerbitkan dua buku dan satu dummy .  Bertemakan Ramadan Lokalitas, 29 Peserta dari berbagai Perguruan Tinggi dan sekolah di Pontianak dan sekitarnya ini menulis cerita pendek (cerpen), puisi, dan narasi. Prestasi ini tentu saja mengagumkan, namun sebelum mencapai keberhasilan tersebut, berbagai proses telah dirasakan oleh mereka. Melalui  pemateri yang kompeten, peserta memeroleh motivasi dan materi yang mendukung untuk menulis. Seperti tradisi Pesantren Menulis Ramadan sebelumnya, peserta diajak langsung bekarya, sehingga terbitlah buku Kumpulan Cerpen Romansa Ramadan Khatul...

Tentang Ada Apa dengan Cinta 2 dan Rangga yang Kembali

Sumber: www.ardanradio.com Tentang Ada Apa dengan Cinta 2 dan Rangga yang Kembali . Saya tak terlalu ingat, kapan pastinya menonton film legendaris Indonesia ini. Hanya, semasa SMP series Aadc sudah menjadi film yang ditunggu-tunggu. Artinya, film itu saya tonton di rentang waktu yang bersamaan. Dan, apalah arti anak seragam biru-putih masa itu, tinggal jauh dari Ibu Kota Indonesia yang tak pernah melihat Bioskop. Bioskop. Film itu paling ditonton ketika spesial pemutaran film, jadi hanya menonton dari TV pinjam Cd-nya di tempat penyewaan. Bagaimana AAdC masa itu, lupa-lupa ingat. Tapi, saya tahu film itu memiliki ruh luar biasa sehingga hingga kini, pecintanya menunggu, bahkan siapa itu Cinta dan Rangga tetap ditunggu generasi muda, yang masa pemutaran film pertama masih bayi-bayi. Selasa kemarin, dengan ditraktir dan diancam jangan ada janji selain dengan pentraktir ini, saya pun menonton film AAdC. Langsung dari Bioskop. Ya Pontianak 2016 ada bioskop. Dan saya ad...

Angsana Memutar Haluan

Sumber Foto: sendiridanrahasia.blogspot.com Angsana Memutar Haluan. Bulan menggiring Angsana kembali, sudah berapa hari ia tak ada di rumah. Trembesi dan Ketapang, datang menyampaikan nanar dan kepiluan Angsana. Bimbang? Tentu saja.  Hingga kulihat, Angsana menatih kakinya hari ini. Meski pelan, ia jelas melangkah. Kuucapkan salam padanya, agar ia lunak. Ketika mendengar suaraku, ia menoleh lalu tersenyum "Sini, nak", kataku mengajaknya duduk di samping. "Meski aku tak tahu dengan jelas masalahmu, aku hanya ingin menjadi orang yang sedia ada untukmu. Jikalai kau pun, boleh membiarkan, biarkan aku pula memberi nasihat. Anggaplah aku sok, tak apa". Angsana, menurunkan kepalanya ke pundakku. Menyandarkannya. Tak perlu aku bertanya, keletihan dan kesedihannya sedang ia sampaikan padaku. Ia juga ingin menyandarkan kekacauan yang terjadi padanya beberapa hari ini. 'Inilah hidup, nikmatilah. Tak semua kehendak sewujud dengan kehendak. Tak se...

Surat untuk Kekasih Angsana

Sumber Foto: edisumarnoblog.blogspot.com Surat untuk Kekasih Angsana. Tadi kulihat. Angsana berjalan tatih. Wajahnya lesu, saat kutanya apa ia sudah makan, ia mengaku sudah. "Berapa kali?" Sekali, jawabnya padaku. Setahuku, Angsana sangat doyan makan, aneh, setelah tahu, hanya satu kali ia makan. "Sudahah, Ketapang. Jangan tanya perihal apa yang terjadi padaku, hari ini. Kekasihku, sudah tak  peduli padaku, makan apa aku, berapa kali, dia sudah lupa tanya itu padaku, beberapa hari ini, malah" Aku terdiam, apa maksudnya Angsana membawa kekasihnya dalam bicaranya. Oh, ya apa dia sedang bermurka pada kekasihnya. " Apa yang terjadi antara kau dan kekasihmu, Angsana?" Angsana "KETAPANG! Apa kau bisa berhenti bertanya, PIKIRANKU SEDARI SADAR BERTANYA, SEDARI PULA TAK ADA YANG MENJAWAB PERIHAL ITU! AKU DAN KEKASIHKU!" "Aku mohon, jangan bertanya.. Aku lemah pada tanya - tanya". Angsana lari, lari, ...