Langsung ke konten utama

Postingan

Tentang Ada Apa dengan Cinta 2 dan Rangga yang Kembali

Sumber: www.ardanradio.com Tentang Ada Apa dengan Cinta 2 dan Rangga yang Kembali . Saya tak terlalu ingat, kapan pastinya menonton film legendaris Indonesia ini. Hanya, semasa SMP series Aadc sudah menjadi film yang ditunggu-tunggu. Artinya, film itu saya tonton di rentang waktu yang bersamaan. Dan, apalah arti anak seragam biru-putih masa itu, tinggal jauh dari Ibu Kota Indonesia yang tak pernah melihat Bioskop. Bioskop. Film itu paling ditonton ketika spesial pemutaran film, jadi hanya menonton dari TV pinjam Cd-nya di tempat penyewaan. Bagaimana AAdC masa itu, lupa-lupa ingat. Tapi, saya tahu film itu memiliki ruh luar biasa sehingga hingga kini, pecintanya menunggu, bahkan siapa itu Cinta dan Rangga tetap ditunggu generasi muda, yang masa pemutaran film pertama masih bayi-bayi. Selasa kemarin, dengan ditraktir dan diancam jangan ada janji selain dengan pentraktir ini, saya pun menonton film AAdC. Langsung dari Bioskop. Ya Pontianak 2016 ada bioskop. Dan saya ad...

Angsana Memutar Haluan

Sumber Foto: sendiridanrahasia.blogspot.com Angsana Memutar Haluan. Bulan menggiring Angsana kembali, sudah berapa hari ia tak ada di rumah. Trembesi dan Ketapang, datang menyampaikan nanar dan kepiluan Angsana. Bimbang? Tentu saja.  Hingga kulihat, Angsana menatih kakinya hari ini. Meski pelan, ia jelas melangkah. Kuucapkan salam padanya, agar ia lunak. Ketika mendengar suaraku, ia menoleh lalu tersenyum "Sini, nak", kataku mengajaknya duduk di samping. "Meski aku tak tahu dengan jelas masalahmu, aku hanya ingin menjadi orang yang sedia ada untukmu. Jikalai kau pun, boleh membiarkan, biarkan aku pula memberi nasihat. Anggaplah aku sok, tak apa". Angsana, menurunkan kepalanya ke pundakku. Menyandarkannya. Tak perlu aku bertanya, keletihan dan kesedihannya sedang ia sampaikan padaku. Ia juga ingin menyandarkan kekacauan yang terjadi padanya beberapa hari ini. 'Inilah hidup, nikmatilah. Tak semua kehendak sewujud dengan kehendak. Tak se...

Surat untuk Kekasih Angsana

Sumber Foto: edisumarnoblog.blogspot.com Surat untuk Kekasih Angsana. Tadi kulihat. Angsana berjalan tatih. Wajahnya lesu, saat kutanya apa ia sudah makan, ia mengaku sudah. "Berapa kali?" Sekali, jawabnya padaku. Setahuku, Angsana sangat doyan makan, aneh, setelah tahu, hanya satu kali ia makan. "Sudahah, Ketapang. Jangan tanya perihal apa yang terjadi padaku, hari ini. Kekasihku, sudah tak  peduli padaku, makan apa aku, berapa kali, dia sudah lupa tanya itu padaku, beberapa hari ini, malah" Aku terdiam, apa maksudnya Angsana membawa kekasihnya dalam bicaranya. Oh, ya apa dia sedang bermurka pada kekasihnya. " Apa yang terjadi antara kau dan kekasihmu, Angsana?" Angsana "KETAPANG! Apa kau bisa berhenti bertanya, PIKIRANKU SEDARI SADAR BERTANYA, SEDARI PULA TAK ADA YANG MENJAWAB PERIHAL ITU! AKU DAN KEKASIHKU!" "Aku mohon, jangan bertanya.. Aku lemah pada tanya - tanya". Angsana lari, lari, ...

Surat untuk Kekasih Angsana

Sumber Foto: vialatropica.wordpress.com Surat untuk Kekasih Angsana. Kepada siapa baiknya kusampaikan. Aku tak punya alat disebut ponsel canggih, agar bisa mengatakan pada banyak orang, bahwa sejak malam hingga pagi ini, aku menemukan Angsana, memeluk dingin. Kuperhatikan, hingga tidurku pun tak nyenyak, tapi kutahu, Angsana lebih letih dariku, sedari semalam, ia tak tidur, aku yakin itu, hingga pagi ini ia tetap gelisah, lebih parah dari sebelumnya. Tak sengaja, aku mendengar ia berdoa, katanya ia sedang menunggu, ia sedang bersabar, tiba waktunya, dia yang menjemput, mengambil maaf, dia tahu, dia kecewa, dia tahu, dia salah, dia tahu, dia tak sabaran, tapi katanya, semua yang dilakukannya, bukan atas nama dirinya, atau jajaran silsilah sebelumnya, bukan kebimbangan, atas ketidaksempurnaan, dia bilang, dia terlalu sayang, karenanya ia tak ingin, ada saran: Tinggalkan kekasihmu Angsana. Kudengar dari doanya, saat liurnya tertahan dalan lipatan, bahwa jika tak ada sat...

Surat untuk Kekasih, Angsana

Assalamualaikum. Wahai kekasih Angsana, yang namanya belum kuketahui. Perkenalkan, aku Trembesi. Jika malam begini, aku merunduk menutup diri sebenarnya, ah apalagi hujan begini. Baiknya aku mengumbuk. Tapi, seperangkat waktu yang aku punya, sekarang aku mendongak sedikit. Menulis tentang Angsana dan kau, namanya belum kuketahui. Aku melihat Angsana memandang tanah, ia menunduk, tak memedulikan kiri dan kanan Aku melihatnya dari kejauhan dan karena itu ingin kusapa. Hanya, saat aku ingin menyapa, tak kuliah ia menatapku. Kutunggu, tak juga ia memandangku. Maka berteriaklah aku. "Angsana! Angsana! Angsana!", barulah ia sadar akan aku. Ia masih melongo " Hendak kemana kamu?" dia terkejut, akan tanyaku. "Kemana? Entahlah. Ke sana!", jawabnya. Aku tahu di ragu. " Angsana, hendak kemana kamu?" "Aku? Oh aku akan membunuh kekasihku, Trembesi. Ya aku ingin membunuh kekasihku" Kulihat, matanya nanar. Aku pun diam. Membiarkan. --,,...

Tercampak

Aku dicampakkan, oleh kekasih yang kupuja namanya. Aku dicampakkan, oleh kekasih yang kuhormati kata-katanya. Aku dicampakkan, oleh kekasih yang kubela tentangnya. Aku dicampakkan, oleh kekasih yang ingin kujaga pandangan darinya. Aku dicampakkan, oleh kekasih yang inginku hidup bersamanya. Aku dicampakkan, oleh kekasih yang kulupakan masa lalunnya. Aku dicampakkan, oleh kekasih, seseorang yang kuperjuangkan. Aku dicampakkan! - - - -  - Angsana terus berjalan, memandang tanah.