Langsung ke konten utama

Postingan

PERUBAHAN YANG MENYESATKAN

Memilih berada di sampingmu maka akan ada yang berubah. Banyak! Setidaknya pengakuanmu adalah pengakuan yang diharapkan. Lupakan, selamat malam katamu. Kau tahu, alam mendukung doa yang kuucap perlahan ketika melangkahi tangga. Kita berjumpa. Dalam keadaan yang aku tahu kau pasti suka. Aku bisa membaca air mukamu di rumah, meski kau masih duduk di dekat persimpangan tempat kita berjumpa. Aku tahu, kau akan mengirimkan kata-kata, meski aku belum membacanya. Kau tahu, Kau tahu, alam mendukung doa yang kuucap perlahan ketika melangkahi tangga. Dan, tetap saja. Aku tak bisa. Kita tak bisa. Kau dan Aku tak bisa. Ingin kembali, tapi tak bisa. ----- Aku tak bisa menjadi seperti yang kau suka. Meski aku suka seperti yang kau suka.

Barasuara - Bahas Bahasa (Video Lirik)

K

Sejak dulu ini sudah terpatri, bukan rapalan, bukan harapan. Kadang menunjukan siap, kadang ketakutan. Apakah rumah berhalaman dan berpagar bunga sepatu itu terwujud. Di antara pintu dan kursi, ranting pohon menjadi tirai pengahalang panas siang hari? Apakah dinding-dinding dengan pigura usia dapat terpajang? Apakang dinding berlubang untuk cangkir dan toples akan mempertemukan ruang tamu dan dapur? Akankah rak buku membatasi dinding lorong menuju ruang keluarga terwujud? Dan, apakah dinding papan tulis yang dicoret sepuasnya akan menunjukan cerita? Kadang, siap. Kadang tidak. Apakah sebelum itu pusaran lebih dulu menjemput?

Wahai pohon, tetaplah menjadi kuat.

Kini pohon yang kuat itu telah menunjukan kerapuhannya. Apakah dia berhasil menunjukan bunganya. Sebelum semua berakhir? Apakah ia akan melihat senyum kegembiraan pendukungnya? Kini pohon itu mulai menunjukan bahwa ia menyiapkan diri untuk pergi. Kembali pada pusarannya. Semoga sebelum waktu yang tak ia tahu, ia dapat mewujudkan inginnya. Tentu ia ingin pergi dengan damai, tanpa ada rusuh atau hawa kekhawatiran. Wahai pohon, tetaplah menjadi kuat.

UCAPAN TERIMA KASIH UNTUK "PAYUNG TEDUH" DI KAMPUS KEDUA :*

cover album Payung Teduh Sebelum saya menyesal lagi karena salah pencet "hapus" untuk pesan terkirim dan ternyata itu  pesan masuk. Saya ingin mengucapkan terima kasih saya kepada "Payung Teduh" di kampus kedua saya. Hari-hari saat saya mendekati menjadi mahasiswa yang akan seminar Si yang sudah saya panggil Kaseh itu, saya mendapatkan kembali hal-hal luar biasa dari mereka. Setidaknya jauh sebelum jadwal seminar itu muncul, semangat dari para mbok-mbok dan si Ong sudah mengudara. Apalagi ketika masa itu berlangsung. Saya dijadwalkan seminar pada tanggal 18 Agustus 2015. Saya sudah menghubungi Mbok Hest, Pak Bayu, dan Pak Syapar untuk menemani saya berseminar. Mereka menjadi Notulen, dan Pembahasa I, Pembahas II. Hari itu, Bunga teman di kelas A juga seminar. Jadwal saya lebih dulu dari dia. Saya pagi, pukul 09.30 sedangkan Bunga pukul 14.00.  Saya mendapatkan keberuntungan bisa seminar di hari yang sama dan penguji yang sama dengan Bunga. Saat Bu...

Apa Prestasi 3 Tahun Terakhir Nda?

Pagi ini, Bang Yoga admin kampus S-2 menelpon. Dia bertanya dan meminta saya untuk mengirimkan data-data tentang lomba, penelitian, dan seminar yang saya ikuti tiga tahun terakhir. Hanya, di detik permintaan itu pula saya tak ingat secara rinci kegiatan apa saja yang saya ikuti. Slide-slide kegiatan muncul, saya hanya bisa melabelkan kegiatan itu dengan nama-nama yang saya ingat saja. Apalagi yang di tahun 2013 :( semakin tak ingat saya. Misalnya lomba yang menjadikan saya harapan ke II, yang dalam pembicaraan saya dengan Bang Yoga saya ingatnya saya juara 4 alias harapan I. Saya menamai lomba ini, Lomba Nulis Esai di Pusda. Padahal nama kegiatan dan penyelenggaranya bukanlah Perpustakaan Daerah/Provinsi saja. Saya mengirimkan apa yang saya ingat saja dengan Bang Yoga melalui SMS. Lalu, saya memilih untk duduk di depan Jangpium dan mencari data-data yang bisa mengingatkan saya pada lomba atau kegiatan lain yang saya ikuti.  Akhirnya ada 8 poin yang saya kirimkan pada B...