Langsung ke konten utama

Postingan

lelaki penyayang ibu

elaki penyayang ibu. begitulah saya menamai kamu. kamu yang saya temui setiap hampir setiap pagi. kamu yang selalu saya lihat bersama dia yang saya tebak adalah ibumu. di waktu yang hampir tiap pagi itu, kamu membawanya menyusuri jalan yang rutenya, rute yang sama saya lewati. saya dan kamu tidak pernah beriringan. selalu ber-pas-pasan. kamu hilir, saya hulu. lelaki penyayang ibu, begitulah pangg ilan saya pada kamu. kamu yang selalu membawa ibumu. menemaninya belanja, untuk membeli telur, sayur, atau mungkin bubur. kamu yang setiap pagi sudah bersama ibumu menyaksikan kesibukan orang yang hilir-mudik melewati jalan, jalan yang membuat saya bisa bertemu dengan kamu. lelaki penyayang ibu. lelaki yang tidak pernah saya lihat wajahnya senyum melebar ketika membawa ibu. lelaki yang tidak pernah terlihat muram, karena terlalu pagi membawa ibu. di waktu sekitar pukul tujuh. tetapi saya yakin, senyummu tidak penting apalagi murammu ketika membawa ibu. saya yakin pagi sekita...

saksi mahakam

di tepi mahakam aku tahu di ujung mahakam aku melupa di bagian yang tak terlihat dari mahakam aku meninggalkan lalu seperti waktu itu terjadi aku mengingatmu dan mahakam dan tepian mahakamku di ujung mahakamku di bagian mahakamku yang tak terlihat dan aku merindumu dan mahakam tapi tak ingin sebaris kata itu ikut apalagi rasa yang berantah

katamu kataku

kenapa lama katamu karena terlalu jauh kenapa tidak roboh katamu karena fondasinya kuat mengapa terik karena simpul mati mengapa aku tidak berjalan lebih cepat katamu mengapa aku tidak membuatnya sekenannya katamu mengapa aku tidak memitanya saja katamu hingga tak selama ini karena cinta tak habis seketika, kataku

kau bilang

kau bilang ada juga yang mendengarkan lagumu sungguh, pagi, siang, malam, aku mendengarkannya bangun tidur sedang makan mengetik aku mendengarnya akan ke kampus akan ke rumah teman akan ke minimarket aku mendengarkanya iku tahu kau jauh untuk itu aku mendengarnya agar aku merasa kau ada di sini bersamaku bersama  rasa yang kubangun sendiri tanpamu berkata padamu tak melibatkanmu aku menanggungnya sendiri

Baut excellence

Alhamudlillah dapat mengikuti ujiannya. Walaupun belum tahu hasilnya bagaimana. Semoga baik :) walaupun ada rasa ngenyut kalo ingat yang ndak maksimal. Padahal tujuan utamakan menaikkan "level". Tapi yooooo mo digimanokan lagi atuh, wong  harinya sudah lewat tok e. Ujian pertama, banyak bolong-bolong. Dari yang ngisi pake hati, sampai ngisi pake "cemane agikkan?" di ujian ke dua ini alhamdulillah, rasanya dapat melakukan yang baik. Apalagi atmosfir di seluruh ruangan gedung yang dilewati udaranyapositif semua hhahahah. Hari ini menyenangkan. Kami melakukan banyak hal yang -bebas-bebas- tak biasanya. kami juga menari, sumpah benaran menari. mengeluarkan suara yang tak bisa, bercerita tentang banyak hal. sungguh senang semalam. mereka itu bagian baut yang ditemukan untuk saya bagaimana care nya mereka dan mau membantu ketika saya tidak tahu dan merasa tidak percaya diri mereka memberikan perhatiannya, ah terharu mereka juga loyal kompak di ruang puti...