Langsung ke konten utama

Postingan

Perantara

Rasanya, tidak ada yang tahu kapan cinta yang tepat akan datang padanya. Namun, ada banyak orang dengan mudah mengatakan bahwa suatu rasa yang “tidak jelas” adalah cinta. Cinta memiliki banyak arti, jika dari mereka menemukan apa yang disuka, maka tidak ada yang melarang untuk dia mengatakan cinta. Jika dari mereka hanya suka-suka mengumbar cinta, bisa juga itu cinta. Cinta dengan apa yang disuka. Apa yang disuka, tentu itu membuat bahagia. Apa yang mengena, tentu itu membuat senang. Apa yang membuat tentram itu cinta. Cinta adalah hal yang membuat hati tidak beban.   Jika ada yang berkata cinta penuh pengorbanan, cinta penuh perjuangan, cinta penuh rasa getir. Itu benar. Semua itu jika dijalankan tanpa beban. Hanya, banyak hal yang membuat cinta diuji. Hingga sulit mengetahui apa itu cinta. Entah sejak kapan kata cinta itu ada, kemudian menjadi kata yang mewakili rasa. Kini, hanya ada Tanya, kemana cinta? Dan kapan cinta didapatkan. Kini, hanya da satu jawaba...

Imbang

Ada waktu ketika kita merasa sebagai orang yang tidak pernah letih Ada juga merasa paling sedih Atau selalu gigit jari Ada waktu ketika kita memiliki semangat Ada juga merasa paling hebat Atau selalu smart Tapi, diantara rasa itu Ada rasa yang harus kita miliki Menyeimbanginya

Merajut Kesetiaan

Oke saya mau laporan. Sekarang hubungan sama sama Dia sudah berjalan dengan baik. Kami sudah sering bertemu dengan orang-orang penting yang ditunjuk untuk memberi bimbingan pada kami. Kami juga sudah tau siapa orang pertama dan orang kedua. Kami juga sudah mendapat nasehat untuk melakukan ini, dan itu. Kami mencoba untuk ikut arus mereka, kami tidak ingin memaksa, terlihat, apalagi emang iya. Kami mencoba untuk ikut alur saja, ikut apa yang mereka mau. Kami percaya, apa yang mereka tunjukkan adalah yang terbaik untuk kami. Kami hanya berusaha untuk merajur kesetiaan. Jika ada penghalang, kami akan berusaha untuk saling memberi semangat, dan sama-sama berusaha melewati masa sulit kami ini. Saat ini hubungan kami baik-baik saja. Kami sedang menyiapkan diri untuk melakukan perjalanan yang penuh tantangan. Kami harus menghadapinya dengan tenang. Kami harus bekerja ekstra. Cium saya buat Dia (Skripsi) :*

Kesemsem

"Enak ya punye rase musiman", seorang teman bercerita tentang celetukan teman dekatnya. Rasa musiman sama saja dengan masa kesemsem. Masa dimana hati sedang senang-senangnya dengan sesuatu. Misalnya dengan artis korea, dengan pekerjaan,  atau dengan pandangan "baru". Hem.. kesemsem yang dibahas sekarang adalah kesemsem dengan seseorang. Kalau kamu cewek, kesemsemnya sama cowok, kalau kamu cowok kesemsemnya sama cewek. Masa-masa kesemsem yang seperti ini adalah masa-masa paling indah, hahaaahahaha. Masa-masa senangnya senyum-senyum, dan merasa semangat untuk melakukan banyak hal. Inspirasi ikut mengalir. Ide berkeliaran kemana-mana.  Masa dimana mau-maunya ngurus diri. Lebih memperhatian penampilan dan face . Oke, ada cerita tentang masa kesemsem. Jujur saya sendiri adalah orang yang mudah kesemsem sama orang, sering mendapat masa-masa suka-suka ini. Meski tidak terlalu mengurus diri, tapi lumayan dapat angin positif untuk diri sendiri yang memang malas sek...

Merantau di Khatulistiwa

  Sejak hari Minggu,(03/09/2012) suasana Orientasi Pengenalan Akademik (Opak) STAIN Pontianak sudah terasa. Saya yang bergabung di Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) di kampus ini ikut andil dalam kegiatan. Meski bukan menjadi panitia, mentor, atau wartawan yang meliput berbagai kegiatan. Menjadi Editor, begitu tugas yang dipercayakan teman-teman pada saya. Ini adalah OPAK 2012. Saya teringat dengan pengalaman sendiri ketika menjadi bagian dari peserta, OPAK 2008. Sudah Empat tahun. Sudah selama itu saya merantau di Khatulistiwa. Ini tentu bukan waktu yang sebentar, namun begitu terasa singkat, jika mengenang.  “Rasanya baru saja” sederhananya, itulah yang saya sebut-sebut dalam hati.  Empat tahun memang bukan waktu yang lama. Banyak hal yang terjadi. Bahkan sebelum menjadi mahasiswa di kampus ini, ada cerita lain yang membuat saya bingung saat itu. Setelah mendaftarkan diri sebagai peserta Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) STAIN saya juga mendaftar...

Hantu Jelangkung itu adalah 4 tahun

Hari ini saya ingat lagi dengan batas 4 tahun. Sore sekitar jam 5, teman seorang teman datang ke rumah. Main-main, lebaran. Dia tanya kenapa saya balik ke rumah lama sekali. Dia membandingkan jam kuliahnya yang sangat sebentar. Saya jawab apa adanya. Saya bilan ada kerjaan di kampus. "Jadi? kapan ngerjekan punye kite ni?" tanyanya. Mendegar pertanyaan itu, Pak Long yang sibuk dengan pekerjaan di meja depan menyahut. "A benar, betol tu, betol, pertanyaan betol tu?" katanya, mengulang-ulang celetuknya. Zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzt  Mendengar Pak Long menyahut, hati saya berdetak lebih cepat. Bayangan tentang 4 tahun silam kembali menari jelangkung dipikiran saya. Tentang waktu yang pernah disebutkannya, tetang batasan. "Aku hanya ngasi waktu e tahun" begitu katanya, dulu,. Sejak saat itu, waktu 4 tahun menjadi beban tersendiri, namun menjadi ancaman yang positif. Sebelumnya, dosen saya juga membuat ...

Asing dan Merasa diAsingkan.

Apa yang kamu rasakan ketika seseorang yang sudah dekat dengan kamu, tiba-tiba menghilang. Seseorang ini tidak hanya dalam konteks untuk seorang yang berlawan jenis yang bisa dijadikan pacar, kekasih, atau istilah lain yang sama   artinya. Saya sendiri lebih merasakan hal tersebut pada seorang teman, adik, kakak, atau abang. Orang lain yang tidak memiliki hubungan darah, namun sangat terasa dekatnya. Saya rasa, kamu juga setuju bahwa perasaan nyaman berbicara, bertukar pikiran, bersahabat itu lebih nyaman dengan orang lain dari pada saudara sendiri. Ya, saya rasa ini hasil dari hubungan social, bermasyarakat. Hingga kemudian melahirkan istilah best friend. Bulan Juli awal yang lalu seseorang bersama saya di ALila café berkata “Nda, nantik kite reunian kayak itu ye”. Ketika itu ada beberapa orang dewasa yang usianya jauh berbeda dengan kami. Mereka berkumpul, tertawa dan tampak senang. Kesimpulan kami, mereka sedang reunian. Kami tidak berdua di café tersebut, ada se...