Ada pelajaran baru yang saya dapat hari ini. Berasal dari foto keluarga di sebuah rumah, sebelah kiri salah satu nama jalan di Pontianak. Seorang remaja yang berdiri tersenyum bersama sang Ibu, dan keluarga lainnya. Tapi tidak ada sosok seorang ayah diantara mereka. "Ada apa dengan Ayahnya?" tanya Bukan untuk berbicara tentang hal buruk tentang Remaja ini, tapi tentang keadaan yang disyukuri. Tidak ada ada yang tahu bagaimana kita ke depan nanti. Qadha dan Qadar tidak dapat intip, tebak, apalagi kita bongkar. Pikiran negatif: Ayahnya telah meninggal (1) Pikiran negatif: Ayahnya pergi meninggalkan tanggung jawab sebagai Ayah (2) Pikiran negatif: Ayahnya menjatuhkan talak (3) Ketika obrolan di rumah berdinding papan yang terasa adem itu, saya masih saja berpikir. Apa yang terjadi dengan Ayahnya. Ah, pikiran melalang buana. Rusuh, kepo, seperti tidak ada pikiran lain yang mesti dipikirkan. Sempat pula berpikir, saat foto keluarga itu diambil, mungkin sang Ayah seda...