Langsung ke konten utama

Postingan

Hadiah untuk Emak dan Bapak

Ada yang menyesak dalam hati Ada rasa haru yang menodongnya Ada rasa rindu ingin kembali Ada rasa.. ada banyak rasa Hem,,, tiba-tiba rindu keluarga. Rindu emak, dan rindu bapak. Tadi siang ada amplop putih yang saya masukan di dalam kocek baju. Sejumlah uang. Ini bisa dikatakan honor memandu. Senang, tapi lebih senang saya bisa membantu. Ya, beberapa waktu lalu, saya dipinta oleh seorang dosen untuk memandu guru-guru PAI se Kalimantan Barat, mengoperasikan komputer dan internet. Saya memang tidak ahli. Saya mengakui itu. Saya sekedar tahu, itu pun masih sangat ...

Balek ke Tanjong

Hari ini aku mudik. Sebenarnya niat mudik udah lama. Seminggu yang lalu mungkin. Tapi, ada saja hal yang meragukan niat itu lagi. Misal, karena aku yang sok sibuk. Jadi nggak punya waktu. Padahal kesibukan aku juga nggak jauh dari nggak bisa memanaj waktu dengan baik. Terus, karena cucian baju sudah mencapai dua baskom lebih. Hal ini sudah memastikan keadaan, tidak ada yang mau mencucikan baju aku yang super bau, itu dengan gratis. Mau laudry, jujur aku paling pelit mengeluarkan duit hanya untuk hal-hal yang nggak terlalu penting. Aku ngaku, aku ini nggak hemat, tapi lebih pada ke pelitnya. Saking pelit, sampai-sampai aku nggak bisa memberi nafkah si kura-kura. Si tabungan hijao aku itu. Kalau tiap hari celeng seribuan. Bisa-bisa jatah satu minggu makan, habis masuk ke dalam perutnya kura-kura. Ntar kalau, lagi kanker, si kura-kura bakal di kuret. Sama saja kan?. Ah, tapi lebih tepatnya, emang aku nggak punya ongkos. Nggak punya ongkos laundry=nggak punya ongkos buat mudik. Isi i...

Memotret kenangan

Beberapa waktu yang lalu, saya mudik. Terakhir,saya balek diawal bulan Juni. Niatnya saya akan balek lagi, saat menyambut bulan puasa. Waktu saya sampaikan niat ini pada Emak, Emak langsung menjawab “udahlah sekalian lebaran jak”. Kata abang sepupu saya, Mak merajuk. Karena saya biasanya saya akan pulang 1 sampai 2 bulan sekali. Itu pun tidak sampai 24 jam. Kata kakak saya “Cuma numpang tidok, meletehkan badan”. Hahahaha. Dalam perjalanan, saya mencooba untuk mengamati segala hal. Ya, keinginan menulis membuat saya menjadi pengamat gadungan. Paling tidak, mudik ini ada tulisan yang saya buat. Terserah tentang apa. Tapi ada. Berbekal Hape Nokia, yang udah lansia. Saya pun mengabadikan segala hal yang menurut saya menarik. Hingga akhirnya, saya pun lebih keliatan, orang yang baru punya hape kamera. Motret-motret hal yang tidak terlalu menarik. Jika ada yang bilang begitu. Mana duli, saya tetap bilang apapun itu, itu tetap menarik. (maksa). Jadi, saya berhasil berhasil memo...