Langsung ke konten utama

Postingan

CERITA BUMI

INI CERITA BUMI CERITA TENTANG KEMISKINAN BUMI CERITA TENTANG KETIDAKADILAN UNTUK BUMI CERITA TENTANG, HAK BUMI YANG DIRAMPAS DULU BUMI KAYA DALAM PERUT NYA MINYAK, BATU BARA, INTAN, MAS PERMATA BERAIR DALAM LAUTAN, SUNGAI, DAN DANAU BERHIAS DIRI DENGAN HIJAU DARI ALAM TAPI, PERUT BUMI SUDAH KOSONG KARENA DIAMBIL ISINYA DENGAN KASAR BUMI SAKIT, MAKA IA BERGUNCANG AIR BUMI TIDAK KOSONG TAPI SAYANG SUDAH TAK BAIK LAGI ISINYA IKANYA SEDIKIT, TERUMBUNYA MENGHILANG MUNGKIN BAIK, IA TINGGALKAN ANGIN SAJA HUSSSSSSS... TANAH BUMI, MEMANG LUAS TERHAMPAR PADANG ILALANG POHON RINDANG DAN HEWAN-HEWANYA TAPI,,, BUMI INI SUDAH USANG USANG KARENA USIA USANG KARENA MANUSIA USANG KARENA DISIKSA TIDAK PERCAYA? APA TIDAK MERASA PANAS YANG MENDENGKANG? APA TIDAK PERNAH MELIHAT GEMPA? TSUNAMI? PUTING BELIUNG? DAN..... SILAKAN MERENUNG DIMANA POHON RINDANG SUDAH DIGANTI BANGUNAN DIMANA AIR JERNIH SUDAH DIGANTI MERKURI PANAS-PANAS DALAM SERAKAH PANAS-PANAS DALAM AMARAH SIAPA YANG SERAKAH SIAPA YANG AMARAH ...

Deskripsi Tanjong

Dibuat oleh: Hilda Di Kalbar Kab. Pontianak Kec. Mempawah hilir terdapat sebuah kampung, yang berada di kepala tanjung. Kampung ini disebut dengan kampong Tanjong. Di kampung sini lah Kamekk dan keluarge-keluarge Kamek tinggal, serta di tanjong ne lah Kamek menemukan sahabat-sahabat yang bise di bilang SEMPURNA!! ( Suiiit.,suiiiiiit) Kampong ne begitu sejuk suasananya, damai, tentram, aman dari polusi udara dan hiruk pikuk keramaian kota. Serta tetangga yang sangat bersahabat. Kampong ne ndak gak besar ndak gak kecil. Terdiri dari 6 RT dan 3 RW. Secara garis besar, masyarakatnye adalah orang Melayu, sedangkan lainnya ada Madura dan Cina. Perbedaan suku ini tadak membuat kamek merase bede antara satu dan yang lainnye. Kite orang, same. Same-same orang Tanjong. Jadi mesti lah kite rukon, mendamaikan kampong kite. Tanjong ne di dominasi oleh pohon kelapa dan pohon pisang, sehingge masyarakat di sini pon pencahariannye ade yang bekebon, ade pulak nelayan karne Tanjong berada di daerah ...

Singkat Cerite Berdirinya Kampung Tanjung

Cerita ini didapat dari selembar kertas yang memang mengisahkan sejarah kampung Tanjung. Kisah itu diterbitkan saat memperingati Ulang Tahun kampung Tanjung yang ke 221 di tahun 2002 yang lalu. Disusun oleh Himpunan Pemuda Pemudi (HIPAPI) Kelurahan Tanjung. Selain itu, cerita ini juga diambil dari cerita orang-orang tua yang sedikit banyaknya mengetahui sejarah ini. Sekita tahun 1772 M, datanglah kerabat Opu Daeng Menambon dari kerajaan Luwu di Sulawesi Selatan ke Mempawah. Pada saat itu, Opu Daeng Menambon telah menjadi raja di kerajaan Mempawah. Dari rombongan itu, ada yang bernama Daeng Haji Brahima yang biasa dipanggil dengan Haji Tuah. Setelah lama Haji Brahima datang ke Mempawah, ia pun diusulkan oleh penembahan kerajaan Mempawah untuk pergi ke Pontianak, mendatangi Sultan Syarif Abdurrahman yakni menantu Opu Daeng Menambon. Kedatangannya ke Pontianak itu bertujuan untuk menanam kelapa dan menetap ditempat tersebut. Bersama anak dan istrinya serta kawannya yang bernama Pak Jamila...

Jaman-jaman kamek Kecik

Dibuat oleh: Eka Tanjong perkampungan yang letak e paling ujung. Kampung yang sejuk damai dan sepi ini Kamek tinggal. Orang-orang disini sangat erat hubungan e karne kami disini semua tidak lain adalah saudara. Disini Kamek tinggal dan menghabiskan semua masa kecilku, mulai bermain, sekolah sampai mengaji. Paginya Kamek pergi sekolah yang tidak jauh dari rumah sepulang sekolah sekitar jam dua siang Kamek pergi mengaji. Nama guru ngajinya tu Nek Are. Wuuuiiih dia sabar sekali mengajar mengaji. Balek ngaji ganti baju, langsung pergi main dan tidak makan lok, tempat andalan bermain di rumah Long Raji, anak Mak As. Main getah, pembele, kasti, maen box, maen gambar, guli , sampai-sampi maen bola kaki pon disitu gak. Tak cume itu, maen asen , maen tabrak gablek maseh maenan e. Kamek paling ingat, kalau maen pembele allias tabok-tabikan tu, mak Ai suke beleter kate mak Ai, “Abes bunge Aku kenak tijak”. Hummm. Kamek, ninda hilda jarang absen kalau tadak kenak susuol tadak kenak ingat nak ...

Pelajar Sekolah di Warnet

Pagi itu, Selasa, sekitar pukul 07:15, di warnet (Warung Internet) kawasan Pasar Kemuning. Saya yang akan ngeprint tugas Metode Penelitian II, terkejut melihat seorang anak SD yang duduk di depan monitor computer. Telontar kalimat “Mantap gak budak ni, pagi-pagi dah ke ng-game”. Padahal, orang yang di warnet masih bersih-bersih ruangan. Seorang ibu paruh baya, baru selesai menyapu. Dan, pelanggan warnet, juga baru dia seorang. “Handal ini budak, jadi pelanggan pertama”. Tak lama kemudian, si Ibu yang bersih-bersih tadi membawa ember dan kain pengepel. Dengan posisi menjongkok, ia mengelap lantai yang berporselen putih di warnet. Jadi, sebenarnya Warnet belum siap 100% untuk buka. Tapi, si Operator mungkin tidak peduli. Nambah-nambah penghasilan. Hikmat, asyik dan tidak mau tahu dengan seragam merah putih yang sedang ia kenakan. Anak itu duduk santai, dan tersenyum-senyum dengan permainan yang ia kendalikan. Tanganya sangat lihai mengopersikan mouse dan keyboard. Teringat, sewaktu saya...

Penyelundup Kambing!

Hai hai ri hai,,, haha hai rihai... huaaa.... Hem.. hari ini, tanggal 10 juni 2011. Whuaa, dalam keadaan yang masih terasa sangat panas (karena kamar sumpek juga) lahir batin, aku berusaha untuk menjernihkan pikiran yang mungkin sudah mengkawat tajam di sel-sel otak positif thinhking milikku. Ya, ya hari ini, seperti tanggal dan tahu yang sudah kusebutkan, bahwa hari jumat ini aku ,merasakan kecewa 180 derajat yang jika diperbilehkan dan jika bisa, dan jika dipersilahkan aku igin mengalikan 180 derajat itu ke angka yang tidak bisa dihitung oleh otak ku, yang (ngaku) lemot ini. Hari rabu kemaren, aku ketemu dengan teman dari kampus titik, sekaligus teman PRIMAKAPON. Resti namanya ( pakai i atau y ya?). tempat bertemunya kami, saat itu ialah Gramedia Mega Mall (emang di Pontianak Gramedia ya Cuma di MM alias mega Mall)). Waktu itu, aku sedang membeli bukunya RADITYA DIKA penulis Bestseller Kambing Jantan. Si Kambing yang bisa ngetik dan bisa chating dan bisa ngeblog dan selalu bodoh. Tap...

Dalam Atmosfer Seni

B ulir keringat jagung seakan melepuh di sekujur tubuhnya. Wajah pucat dengan bibir berlipat kencang. Ia melengkung seperti bayi dalam kandungan. Namun, sangat jelas ia kedinginan, sakit dan tak tertahankan. “Bukan salahku, tak mendampinginya pergi ke pestanya Arya”, seru Andari dalam hati. Sebenarnya Andari tidak tega melihat Reza, melengkung tak berdaya seperti itu. Tapi, ada perasaan terima kasih yang ingin ia haturkan pada sakit yang saat ini sedang memeluk erat cowok yang hampir setahun terakhir menjadi pacarnya itu. Seminggu ini, Reza memang memohon pada Andari untuk malam Minggu ke pesta ulang tahun Arya. Tepatnya tadi malam. Tapi, sejak Reza mengenalkan Andari pada Arya, Andari sudah merasa tidak suka melihat Reza bertemanan dengan cowok beranting itu. Entah karena Andari memang tidak suka dengan cowok beranting atau apa, yang pasti Andari merasa bahwa Reza salah memilih teman. Kebisingan Andari dengan pertemanan Reza dan Arya semakin menjadi, setelah Andari merasakan ada kebia...