Awal cerita saya malas mau pergi. Rasa-rasa lebih baik di rumah dan mengerjakan apa yang mesti dikerjakan. Tapi ajakan sepupu untuk bertemu dengan temannya tidak bisa ditolak. Percaya akan ada inspirasi yang di dapatkan, saya jadi hayook saja. Sepupu yang belum makan malam memilih Wong Solo sebagai tempat bertemu. Tak lama kami tiba teman Ucu (panggilan untuk sepupu saya) datang. Mengenakan kaos putih dan tas bergantung selimpang di badannya. Tampilannya fresh dan tetap sikap ramah. Dengar-dengar teman sepupu ini berkincah diberbagai bisnis. Penghasilannya sudah mencukupi. Sudah punya rumah sendiri, meski masih sendiri. Mereka bercerita banyak tentang bisnis, dari jualan kecil-kecilan, kebun, hingga property. Ucu yang memang suka mencoba bisnis ini, bisnis itu tentu serius mendengar. Tertarik juga sepertinya. Saya yang tidak terlalu mengerti dengan apa yang mereka bicarakan, hanya manggut-manggut di bagian percakapan yang kiranya saya mengerti. Hingga ak...